MAGELANG – Panen raya kopi menginspirasi warga Desa Banjarsari, Grabag, Kabupaten Magelang menggelar festival. Namanya Festival Kopi Magelang. Festival yang baru digelar kali pertama ini berlangsung selama tiga hari. Yakni, mulai Jumat hingga Minggu (28-30/9).

“Festival kopi ini merupakan perayaan pesta panen para petani kopi Grabag. Wujud rasa syukur kepada Tuhan atas potensi yang dimiliki,” kata Bupati Magelang Zaenal Arifin saat penutupan festival.

Ada sejumlah agenda selama festival yang dihelat di Dusun Mejing itu. Antara lain, pasar rakyat dan pameran UMKM produk kopi, kirab gunungan kopi, nyangan massal, nyruput 1.000 cangkir kopi gratis dan rembug kopi. Ada juga launching Desa Wisata Kopi Banjarsari, lomba fotografi, uji rasa kopi, jalan sehat di kebun kopi, hingga lomba kriya berbahan kopi. Tujuannya, sebagai kesempatan untuk mempromosikan dan merayakan kenikmatan kopi.

“Ke depan, kegiatan seperti ini bisa terus dilakukan. Harapannya dapat meningkatkan pendapatan ekonomi para petani dan meningkatkan kunjungan wisatawan,” harap Zaenal.

Tanaman kopi Banjarsari telah melewati perjalanan panjang di antara ketekunan para petani. Berjarak 42 kilometer dari pusat pemerintahan Kabupaten Magelang, hijau tanaman kopi di Desa Banjarsari telah berumur puluhan tahun. Pohon kopi setinggi rata-rata 1,5 meter di ladang warga itu sudah ada sejak zaman Kolonial Belanda.

“Sehingga memiliki cita rasa khas dibanding kopi lainnya. Memiliki karakter keasaman rendah. Tanaman sudah ada sejak zaman penjajahan Belanda dan hingga kini terus dirawat warga,” jelas Kepala Desa Banjarsari Asfuri.
Tumbuh di antara perbukitan dengan tinggi 750 meter di atas permukaan laut tanaman kopi Banjarsari merupakan jenis arabika istimewa.

“90 persen warga di sini merupakan petani kopi. Setiap tahun di bulan Agustus hingga Oktober menjadi masa panen raya dengan hasil mencapai ribuan ton,” ujar Asfuri.

Pada bagian lain, dalam rangka memperingati Hari Kopi Internasional yang jatuh hari ini, Artos Mal Magelang, bersama dengan beberapa pelaku kopi setempat membagikan 1.000 cup kopi gratis, kemarin. Kopi yang dibagikan adalah jenis robusta. Lantaran memiliki cita rasa cenderung netral dan tidak asam, sehingga dapat di konsumsi semua kalangan masyarakat.

“Kami juga berupaya mengedukasi pengunjung tentang kopi Indonesia. Termasuk bagaimana cara menyeduhnya dengan cara yang paling sederhana, mulai dari penyeduhan dengan menuangkan air panas secara langsung hingga menggunakan alat yang disebut V60,” ungkap Public Relation Artos Mal Amalia Mahdhiani. (dem/zam)