GUNUNGKIDUL – Gempa di wilayah Sulawesi Tengah Jumat (28/9) memicu alarm tsunami early warning system (EWS) di kawasan Pantai Talise, Kota Palu. Hantaman gelombang laut setinggi hampir dua meter telah membuat kerusakan parah di wilayah tersebut. Adanya EWS pun tak membuat masyarakat setempat bisa secepatnya menyelamatkan diri.

Kondisi itu menjadi kekhawatiran warga Gunungkidul. Sebab, gelombang pasang pada 24-25 Juli lalu telah memicu kerusakan empat unit EWS tsunami di sepanjang pantai selatan Gunungkidul. Sedangkan tiga EWS lainnya hilang. Namun, sampai sekarang belum ada upaya perbaikan atau penggantian EWS baru oleh pemerintah. Padahal, Kabupaten Gunungkidul merupakan daerah rawan tsunami.

Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Gunungkidul Edy Basuki mengaku tak bisa berbuat banyak untuk pengadaan EWS. Alasannya, biaya pengadaan dan pemasangan EWS butuh dana yang tidak murah. Mencapai Rp 1 miliar. Menurut Edy, mahalnya biaya pengadaan EWS tak memungkinkan untuk dialokasikan pada APBD Gunungkidul. Karena itu dia mengajukan permohonan bantuan ke Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB). ”Surat permohonan sudah kami kirim ke BNPB. Tapi belum ada info lanjutan sampai sekarang,” ungkapnya kemarin (30/9).

Selain mengusulkan pengadaan EWS di 7 lokasi, BPBD Gunungkidul meminta tambahan 3 unit EWS untuk dipasang di tiga lokasi. Pertimbangnnya, semakin padatnya wisatawan yang berkunjung ke wilayah pesisir pantai Gunungkidul. Dengan adanya EWS di tiap pantai, pengunjung diharapkan bisa bergerak lebih cepat dalam upaya menyelamatkan diri jika terjadi gelombang tinggi atau tsunami.

Adapun keempat EWS rusak tersebar di beberapa kawasan pantai. Seperti Kukup, Ngrenehan, Sepanjang, dan Sundak. Sedangkan EWS hilang terjadi di Pantai Siung, Drini, dan Wediombo.

Koordinator SAR Satlinmas Korwil II Gunungkidul Marjono mengatakan, keberadaan EWS sangat krusial, mengingat sering terjadinya gelombang tinggi di pantai selatan. Selain itu, tower EWS difungsikan untuk memasang alat pengeras suara. Sebagai sarana memberikan pengumuman kepada pengunjung pantai saat terjadi gelombang tinggi. Atau ketika terjadi peristiwa darurat lainnya. “EWS ini penting sekali. Semoga kebutuhan EWS di Gunungkidul segera dirspons pihak terkait,” harapnya.

Sejauh ini petugas SAR setempat berinisiatif memasang alat pengeras suara hanya di atas tiang bambu. Sedangkan peringatan bahaya gelombang tinggi hanya lewat tulisan yang ditempel pada papan peringatan di beberapa titik sepanjang pantai. (gun/yog)