BERWISATA sambil menikmati keasrian suasana desa semakin diminati wisawatan. Salah satu desa wisata yang menjadi jujukan turis tersebut Desa Wisata Tembi, Bantul.

Kesejukan alam pedesaan bisa dinikmati di sana. Udara sejuk penuh tetumbuhan, aneka kegiatan ndeso dan aktivitas luar ruang (outbound) dapat dirasakan para pengunjung.

Desa Wisata Tembi diresmikan 2008. Menyediakan beragam pilihan wisata bagi kelompok maupun wisatawan perorangan.
Menurut pengelola Desa Wisata Tembi Acuy, Desa Wisata Tembi juga menawarkan home stay, workshop, dan tur blusukan ke melihat suasana warga desa beraktivitas.

”Kuota wisatawan yang bisa kami terima di desa ini sebanyak 750 orang,” kata Acuy.

Home stay berupa ruangan unik hingga eksklusif difasilitasi free hotspot area. Sedangkan workshop berupa kegiatan membatik kain, membatik topeng kayu, membuat kerajinan kotak tisu dan pensil, membuat tembikar atau keramik, tatah sungging wayang, mewarnai keramik, membuat dan mewarnai kipas.

Workshop kuliner juga ada. Berupa kegiatan membuat tempe kedelai, membuat sagon, dan memasak pisang goreng.

Paket keliling desa naik dokar ke pusat kerajinan kulit Manding juga ada. Terdapat pula tawaran gowes pakai sepeda ontel, dan sajian kesenian tradisional seperti cokekan, wayang kulit, gejog lesung, angklung, tari-tarian dan jatilan.

Kegiatan outbound ada lomba banyu mili, pegang belut dan tangkap bebek di sawah. Pengunjung juga bisa merasakan membajak sawah menggunakan tenaga kerbau, bertani, gobak sodor, dan tarik tambang di lumpur.

Untuk paket kegiatan harganya bervariasi. Mulai harga Rp 15 ribu hingga Rp 40 ribu per orang. Minimal diikuti 25 orang.  Sedangan homestay non-AC Rp 75 ribu per malam per orang. Homestay dengan AC Rp 300 ribu hingga Rp 750 ribu per malam.

Fatia Maruq, 35, pengunjung asal Jember mengaku tak kapok berwisata di Desa Wisata Tembi. ”Datang ke sini bersama rombongan. Satu hari saya gunakan untuk urusan pekerjaan. Satu hari lagi untuk plesiran. Tempatnya asik dan warganya ramah,” ungkap Fatia.

Desa Wisata Tembi terletak di Jalan Parangtritis, Tembi, Timbulharjo, Sewon, Bantul. Berada di lahan seluas 80 hektare perkampungan dan 60 hektare persawahan. Sebesar 75 persen perkampungan didesain sebagai homestay. Sedangkan 15 persen merupakan area persawahan dan kawasan wisata outbound. (cr6/iwa)