SLEMAN – Jogjakarta memiliki potensi yang luar biasa, terutama di bidang pendidikan dan kebudayaan. Jika dimaksimalkan akan menjadi modal yang luar biasa memajukan masyarakatnya. Menurut Sanddy Bhudi Agung Nugroho, Bacaleg DPRD DIJ dari PSI, keduanya menjadi menjadi pintu gerbang masuk dunia global.

Bagi Sanddy, pendidikan bukan lagi mendidik. Tapi hanya pengetahuan kognitif. Hasil pendidikan bukan lagi menjadikan anak memiliki karakter. Selain itu, budaya juga tidak muncul sebagai nilai lebih Jogja. Padahal budayanya luar biasa. Beragam dan menarik dari semua kabupaten.

“Tidak hanya di keraton saja, walaupun di keraton itu sudah luar biasa,” tutur pria yang sehari-hari berprofesi sebagai direktur operasional di bidang alat peraga pendidikan kepada Radar Jogja saat Morning Tea with The Candidate.

Dia mengatakan, di era global teknologi menjadi sesuatu yang penting. Harusnya dapat dimanfaatkan banyak anak muda Jogja. Sebab kreativitas anak muda Jogja luar biasa. “Harusnya dapat di-support pemerintah. Teknologi untuk meningkatkan pendidikan dan kebudayaan,” ujar warga Banguntapan, Bantul tersebut.

Potensi yang akan muncul beberapa tahun ke depan adalah munculnya rintisan start-up di beberapa bidang. Jika modal pendidikan dan kebudayaan di DIJ disokong dengan basis teknologi menurutnya akan luar biasa.

“Saat ini saya sedang mengumpulkan masukan. Bagaimana program saya dapat memberikan dampak sosial di daerah pemilihan,” ungkap bacaleg daerah pemilihan Kota Jogja tersebut.

Selain itu, program lainnya adalah memberikan ruang kepada anak muda untuk berekspresi dan menunjukkan eksistensi. Menyalurkan bakat dan semangatnya agar terhindar dari hal negatif.

“Jangan sampai Jogjakarta sebagai kota pendidikan namun yang lebih dikenal klithih-nya, tapi harus prestasinya. Anak-anak itu kalau diberikan kesempatan membuktikan diri akan luar biasa,” ungkapnya. (riz/ila)