JOGJA – Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) DIJ menggunakan cara unik untuk mengingatkan warga Jogjakarta tentang masa kampanye Pemilu yang akan dimulai besok (23/9). Sekitar 120 orang melakukan flashmob dan orasi kampanye damai di kawasan Titik Nol Kilometer kemarin (21/9).

Mereka juga membagikan media kampanye berupa stiker tolak politik uang, kampanye tanpa SARA, anti hoax, hingga mengingatkan netralitas ASN, TNI dan POLRI agar tetap terjaga.

Ketua Bawaslu DIJ Agus Sarwono menjelaskan, aksi tersebut sebagai bentuk edukasi ke masyarakat sekaligus ajakan untuk berpartisipasi mengawasi kampanye.

“Kalau menemukan pelanggaran segera laporkan ,’’ katanya.

Larangan-larangan kampanye yang dapat diawasi masyarakat di antaranya seperti tidak boleh mengandung SARA, penghasutan, kekerasan, kampanye di tempat ibadah, pendidikan, instansi pemerintah, tidak melibatkan ASN, TNI, Polri, serta mobilisasi anak-anak.

“Kerja sama dengan relawan partisipatif sudah kampanye di medsos, dan dengan alat peraga kampanye (APK) yang sifatnya di dunia nyata seperti menghindari politik uang,” bebernya.

Terkait APK, Bagus menyatakan regulasi teknis dengan pemerintah daerah belum rampung, untuk menentukan zonasi mana saja yang dilarang untuk dipasang APK. “Kami konsen le zonasi, APK di pasang di daerah mana, jenis ukurannya, kontennya, cara memasangnya. Yang jelas tidak boleh di pohon,” bebernya.

Bawaslu DIJ berkoordinasi dengan Saatpol PP dan KPU untuk menertiban APK. Pelanggar administrasi akan ditegur melalui beberapa tahap hingga diturunkan paksa. “Kami masih mengkaji, ada derajat ditegur sampai beberapa tahapan,” tandasnya. (tif/din)