KULONPROGO – Tanda-tanda musim penghujan sudah Nampak. Beberapa wilayah hujan sudah turun. Sementara normalisasi Sungai Heizero dan Sungai Sen mulai Simpang Empat Nagung, Kecamata Wates hingga Jembatan Ngremang, Desa Bugel Kecamatan Panjatan masih dikerjakan.

Padahal, selain sungai Heizero dan Sen, anak Sungai Serang lainnya di Depok, Kanoman, Pleret, Garongan, Bojong dan Tayuban juga sering meluap saat banjir. Namun anak sungai tersebut tidak termasuk prioritas normalisasi.

“Sedikitnya ada tujuh desa yang menjadi langganan kebanjiran jika anak Sungai Serang itu tidak ikut dinormalisasi,” kata Kasi Pembangunan Desa Bugel Edi Sutrisno kemarin.

Normalisasi sungai yang saat ini tengah dikerjakan baru fokus melancarkan arus air sungai dari Desa Giripeni, Sanggarahan dan Desa Bendungan. Jika hulu sungai seperti di Desa Bugel dan sekitarnya tidak ikut dikerjakan, Desa Krembangan dan Cerme tetap mejadi langganan banjir seperti tahun lalu.

“Antisipasi banjir di dataran rendah selatan meliputi Wates, Panjatan, Lendah dan Galur. Seharusnya dimulai dari bawah (Pulo Pete) yang ada di muara Sungai Progo,” kata Edi.

Sedimentasi Sungai Sen juga harus segera dikeruk. Material bekas pondasi Jembatan Ngremang harus dibersihkan. Jika dibiarkan, laju air sungai tidak maksimal, sampah berhenti dan membuat aliran sungai tersumbat.

“Kondisi itu akan diperparah dengan tidak berfungsi maksimalnya pintu air Jembatan Ngremang. Akibatnya air akan meluap ke permukiman. Normalisasi yang berlangsung saat ini dilakukan justru dari atas ke bawah,” ujar Edi.

Kasi Pemerintahan Desa Bugel Tri Sujoko mengatakan tujuh desa di Panjatan sudah kenyang menjadi langganan banjir. Disebabkan sungai dangkal akibat sedimentasi.

Kepala Pelaksana BPBD Kulonprogo Ariadi mengatakan penanganan harus cepat. ‘’Sebab musim penghujan sudah mulai dating. Ditandai mendung dan hujan di sebagian wilayah,” kata Ariadi. (tom/iwa)