SLEMAN – Pengalaman bertahun-tahun bergabung di Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) menjadi pegangan bagi Kusbandiyah, 35, untuk terjun ke dunia politik. Perempuan asal Cokroyudan, RT 39/09 Kotagede ini mengajukan diri sebagai bakal calon legislatif (Bacaleg) PSI untuk Dapil V meliputi wilayah Kotagede dan Umbulharjo.

Kus, sapaannya, mengatakan pengajuan bacaleg selain dari dorongan diri sendiri juga dorongan masyarakat. Sebab semenjak usia 16 tahun Kus mengaku sudah terjun di dalam masyarakat. “Sudah lama bergabung dengan LSM,” ungkap perempuan yang memiliki hobi meditasi dan traveling.

Kus mengungkapkan, pendidikan tinggi memang dibutuhkan bagi pengembangan potensi namun yang terpenting adalah kepedulian dan kesadaran berempati sehingga akan terwujudkan masyarakat yang damai.

“Saya sekolah hanya sampai kelas 4 SD. Untuk selanjutnya kejar paket. Lanjut kuliah di Akademi Pertanian Jogjakarta. Tapi buat saya itu bukan masalah. Menteri Susi bisa, kenapa saya tidak,” tutur perempuan kelahiran 1983 ini.

Dia pun bergabung dengan PSI untuk melanjutkan impiannya berjuang bersama rakyat. “Terpilih atau tidak, dari hati yang terdalam saya tetap berjuang bersama rakyat,” tegasnya.

Melalui bidang pertanian yang digelutinya, dia berupaya untuk mengabdikan diri untuk masyarakat. Caranya dengan mengoptimalkan potensi wilayah. Dia mengungkapkan, wilayah Dapil V cenderung padat penduduk. Sehingga diperlukan usaha mengolah ruang yang ada mempunyai nilai manfaat.

“Masyarakat perlu memanfaatkan lahan sempit. Menanam tanaman satu musim sangat membantu mengurangi kebutuhan konsumtif. Saat ini banyak ambisi yang didasari motif ekonomi,” ungkap Kusbandiyah yang mengidolakan sosok Jokowi dan Soekarno ini.

Maksudnya, lanjut Kus, masyarakat mudah goyah dengan iming-iming uang. Banyak yang mengatakan korupsi itu haram dan merugikan. Namun juga tak sedikit yang mau menerima amplop. (cr6/ila)