BANTUL – DIJ menjadi tuan rumah Olimpiade Olahraga Siswa Nasional (O2SN) pada 16-22 September mendatang. Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) Muhadjir Effendy membuka langsung perhelatan ini di Sportorium Universitas Muhammadiyah Yogyakarta (UMY), Senin (17/9).

Mendikbud menilai O2SN kali ini istimewa, karena dilaksanakan di tengah-tengah euforia Asian Games 2018. Selanjutnya, Indonesia juga menjadi tuan rumah Asian Para Games.

Dia berharap para siswa yang berpartisipasi dalam O2SN ini dapat meneruskan prestasi atlet Asian Games yang sebagian adalah alumni O2SN. Menyambut olimpiade internasional di Jepang, dia berharap alumni O2SN dapat ambil bagian. “Jadi juara itu bagus, tapi dengan dicapai dengan secara jujur, sportif, usaha keras, percaya diri, itu lebih penting,” tegasnya.

Dia juga menekankan untuk tidak membiasakan memberi bonus. Ini agar para atlet bertanding penuh dengan motivasi dalam dirinya sendiri. “Nanti kami lihat, pasti ada (bonus), tapi saya tidak berharap anak-anak itu bertanding untuk dapat bonus,” harapnya.

Mendikbud juga menyambangi GOR Klebengan, tempat diselenggarakannya OS2N tingkat SMP dan menantang bermain salah satu atlet bertanding.
Untuk memajukan olahraga, dia mengaku sedang menyusun rencana bersama Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) untuk mengupayakan pembibitan bakat (talent scouting).

“Termasuk dengan PSSI di bidang sepak bola,” jelasnya.
Ia menyambut baik wacana Menteri Pemuda dan Olahraga Imam Nahrawi untuk membangun SKO (sekolah khusus olahraga) di setiap provinsi dan kabupaten. Ini berkaca pada banyaknya atlet berprestasi di Asian Games lalu merupakan lulusan SKO. Dia menyebut Anthony Sinisuka Ginting, Kevin Sanjaya Sukamuljo, Marcus Fernadi Gideon, Egy Maulana Vikri, dan Witan Sulaiman.

Gubernur DIJ Sultan Hamengku Buwono X dalam sambutan yang dibacakan Wakil Gubernur DIJ KGPAA Paku Alam X meminta jika para atlet pelajar kelak menjadi pemimpin, harus tetap menanamkan kepekaan hati nurani.”Sebab, mendulang prestasi gemilang, apalagi merebut medali emas tidak mungkin diraih secara instan,’’ pesannya.

Dirjen Pendidikan Dasar (Dikdas) Hamid Muhammad menyampaikan, setelah melalui proses seleksi berjenjang tingkat kabupaten/kota dan provinsi, didapat 1.938 siswa tingkat SD, SMP, SMA, SMK dan SLB. Mereka akan memperebutkan 448 medali dalan O2SN ke-11 ini. “138 medali emas, 138 perak, dan 172 perunggu,” tambahnya merinci.

Cabang olahraga (cabor) yang dilombakan yakni atletik, renang, bulu tangkis, pencak silat, karate, senam, catur, dan balap kursi roda. Olimpiade akan digelar di beberapa loksi yakni GOR AAU, GOR Indoor Tenis UNY, GOR Klebengan, Stadion Sultan Agung, GOR Amongrogo, dan Sportorium UMY.

Kepala Dinas Pendidikan, Pemuda, dan Olah raga (Disdikpora) DIJ Kadarmanta Baskara Aji menyatakan kontingen DIJ mengikuti semua cabor yang dilombakan. Dari 70 kontingen, 15 di antaranya adalah atlet difabel.
Aji mengaku kiprah siswa DIJ dalam olimpiade olahraga memang tidak sebaik dalam bidang sains atau seni dan budaya. Namun ditargetkan tahun ini dapat meraih prestasi yang lebih tinggi. “Olahraga biasanya masuk di kelompok lima atau empat besar. Targetnya perolehan dapat lebih baik,” ujarnya.

Untuk cabang olahraga yang menonjol dari kontingen DIJ, Aji menyebutkan yakni balap kursi roda, cabang renang, atletik, dan pencak silat.
Aji menambahkan, semua atlet yang berprestasi nantinya akan diberi penghargaan November mendatang. Untuk juara nasional, mendapat apresiasi Rp 15 juta dan juara tingkat internasional Rp 20 juta. (tif/cr10/din)