SLEMAN – Lomba mewarnai saat ini tidak lagi hanya di kertas. Sudah bisa dilakukan secara digital, salah satunya seperti lomba mewarnai digital yang diadakan Sleman Creative Space untuk anak-anak, Sabtu (15/9).

Acara lomba mewarnai digital itu diselenggarakan di Taman Kuliner bekerja sama dengan UPT Pelayanan Pasar.

“Kami mengadakan acara ini agar anak-anak dapat diarahkan untuk menggunakan gawai secara positif,” jelas Ketua Sleman Creative Community Susilo Dwi.

Agar bisa mewarnai secara digital, jelas Susilo, membutuhkan pen tablet. Dengan alat tersebut dinilainya sangat efektif untuk melatih motorik anak. Pilihan warna pun menjadi tidak terbatas, membuat kreativitas anak lebih terasah. Berbeda dengan pensil warna atau crayon yang hanya terbatas pada warna tertentu.

”Ini jauh lebih baik ketimbang anak sekadar nonton Youtube,” jelasnya.

Selain itu, lanjut Susilo, dapat menjadi pintu masuk anak-anak untuk memasuki dunia grafis digital sejak dini. Terlebih saat ini sekarang semuanya serba digital. ”Cepat atau lambat mereka akan berurusan dengan digital,” katanya.

Kepala UPT Taman Kuliner Mul Mustari menambahkan, anak-anak yang sudah terbiasa dengan gawai perlu diarahkan. Menurut dia, zaman sekarang sudah lain, mereka tidak bisa dijauhkan dengan perkembangan teknologi.

”Kita kenalkan mulai dari yang mereka sukai, seperti mewarnai,” tuturnya.

Menurutny, mewarnai menggunakan pen tablet merupakan salah satu sarana agar mereka aktif dan terarah menggunakan gawai.

Sambil menunggu juara diumumkan, mereka disuguhi Wayang Dongeng Nusantara bersama Bagong Suparjo. Kali ini lakon Timun Mas yang sarat pelajaran hidup dihadirkan. Karakter-karakter yang dibuat lebih kekinian membuat mereka antusias sampai cerita berakhir, yakni saat Timun Mas berhasil menenggelamkan Buto Ijo dalam lumpur dari trasi yang disebarnya. (cr10/pra/ila)