SLEMAN – Siti Nur Hazairiyah awalnya tidak bersedia saat diajak untuk maju menjadi calon legislatif. Namun dukungan keluarga dan kerabat serta rekan-rekannya membuatnya yakin bertarung dalam pemilihan legislatif tahun depan.

Meskipun usianya tidak muda lagi, 60 tahun, bukan alasan untuk tak memperjuangkan hal yang menurutnya baik.

“Saya melihat masih sedikit perempuan yang ada di legislatif. Padahal saatnya perempuan bisa berbicara banyak masalah di masyarakat. Perempuan bisa lebih paham dan peka dengan permasalahan di sekitarnya,” ungkap bakal calon legislatif (Bacaleg) Gerindra untuk DPRD DIJ Dapil Kota Jogja itu kepada Radar Jogja saat Morning Tea with The Candidate.

Nunung Senha, sapaannya, sehari-hari berprofesi sebagai konsultan kuliner di Jogja, Bandung, Jakarta, dan Palembang. Sebelumnya, dia berpengalaman sebagai guru TK, SD, dan guru privat. Karena itu, dia hanya mengaku menyiapkan mental dan hati nurani. Tidak menyiapkan modal logistik keuangan yang besar.

“Memanfaatkan relasi yang sudah ada, jaringan keikhlasan untuk menjadi anggota dewan. Kalau ambisius, di dewan akan ambisius. Melihat anggota dewan yang ditangkap karena korupsi itu bisa jadi pembelajaran,” tutur perempuan yang hobi memasak tersebut.

Meskipun berstatus debutan, dia memiliki banyak keprihatinan terhadap kondisi selama ini. Terutama di bidang ekonomi. Dia menilai, bantuan yang diberikan pemerintah kepada masyarakat harusnya seperti alat pancing dan bukan sekadar memberikan ikan. Sehingga bantuan itu menjadikan rakyat bekerja dan tidak ketergantungan.

“Saya tidak sepakat dengan bantuan langsung, menjadikan mentalitas ketergantungan dan minta diberi. Tapi bagaimana warga mencari nafkah yang layak sehingga tidak mengharapkan bantuan negara. Berdikari,” jelas perempuan yang aktif di Asosiasi Perusahaan Jasa Boga Indonesia dan Persatuan Perempuan Wirausaha (Perwira) itu. (riz/ila)