JOGJA – Istilah emak-emak yang identik untuk penyebutan kaum perempuan, khususnya ibu-ibu di Indonesia menuai protres Ketua Umum Kongres Wanita Indonesia (Kowani) Giwo Rubianto Wiyogo. Meski kata emak-emak sedang ngetren, Giwo menyatakan istilah itu tidap tepat. Yang tepat adalah ibu bangsa.

“The power of emak-emak? sorry ya. Kami tak mau dibilang emak emak. Yang ada the power of ibu bangsa,” ujar Giwo dalam pembukaan acara Temu Nasional Seribu Organisasi Perempuan Indonesia dan Sidang Umum ke-36 International Council of Women (ICW) di Hotel Grand Inna Malioboro kemarin (14/9).

Pernyataan Giwo sontak mengundang gerrr… seluruh hadirin. Tak terkecuali Presiden Joko Widodo (Jokowi) yang hadir sebagai pembuka acara tersebut.

Lebih lanjut perempuan bernama asli Sri Woerjaningsih mengklaim, sebagai organisasi perempuan tertua di Indonesia, Kowani memiliki anggota lebih dari 60 juta perempuan. Di hadapan sedikitnya 2.050 perempuan yang hadir di acara ini, Giwo menjelaskan, sejak tahun 1953 perempuan Indonesia sudah memiliki konsep tentang ibu bangsa. Yang artinya kaum perempuan memiliki tugas kehormatan untuk mempersiapkan generasi bangsa yang unggul dengan wawasan kebangsaan yang militan.

Jokowi pun sangat setuju dengan pemikiran pengusaha properti kelahiran Bandung 8 Mei 1962 itu. Ihwal penyebutan bagi perempuan Indonesia. “Saya sepakat. Bukan emak-emak, tapi ibu bangsa,” ujarnya.

Jokowi menegaskan, perempuan Indonesia memiliki tanggung jawab besar sebagai ibu bangsa. Untuk menjaga moral dan mentalitas generasi bangsa. Serta sebagai penggerah roda ekonomi masyarakat.

Presiden sangat apresiatif dengan peran perempuan Indonesia saat ini. “Sangat membanggakan,” puji orang nomor satu di Indonesia ini. Jokowi lantas menjlentrehkan beberapa perempuan hebat yang telah mengharumkan Indonesia. Seperti 12 atlet peraih medali emas di Asian Games, tokoh-tokoh pahlawan masa kini, 24 srikandi tentara yang diberangkatkan ke Lebanon, hingga sembilan menteri perempuan.

“Kalau mereka (kesembilan menteri perempuan) ngambek bareng, pusing saya!” gurau Jokowi yang lagi-lagi disambut tawa hadirin.

Jokowi berharap, perempuan Indonesia dapat menjadi ibu yang memperkokoh karakter, memperhalus budi, serta mengajarkan tradisi luhur, jujur, dan cerdas bagi generasi muda.

“Menteri Susi (Menteri Kelautan Susi Pudjiastuti) bilang, jadilah ibu yang tegas jika ada yang salah. Jika perlu tenggelamkan,” ucapnya. “Jadilah ibu bangsa, wahai perempuan indonesia!” pinta Jokowi.

Adapun acara pembukaan Temu Nasional Seribu Organisasi Perempuan Indonesia ditandai dengan pemukulan lesung oleh Presiden Jokowi, ketua Kowani, dan Presiden ICW Jung Sook Kim. Acara ini diagendakan hingga Selasa (18/9). (tif/yog)