SLEMAN – Kasus tewasnya orang tertabrak kereta api (KA) kembali terjadi. Pada Kamis (13/9) sekitar pukul 12.15 Sumaryanto, 40, warga Daleman, Gilangharjo, Pandak, Bantul tewas ditabrak KA Solo Expres di Persimpangan Dusun Mejing Kidul, Ambarketawang, Gamping.

Kejadian tersebut menjadi catatan PT Kereta Api Indonesia (KAI) Daerah Operasi (Daop) 6 Jogjakarta. UU 23/2007 tentang Perkeretaapian menyebutkan, setiap orang dilarang berada atau melakukan aktivitas di rel KA.

“Jika ada alasan mau menyeberang jelas salah, karena rel bukan jalan umum,” kata Humas KAI Daop 6 Eko Budiyanto.

Dikatakan, rata-rata KA melaju dengan kecepatan 90 km/jam. Dalam sehari ada 170 lebih kereta yang melintas.
“Selain itu, kegiatan di sekitar rel mengganggu perjalanan KA,” kata Eko.

Kapolsek Gamping Kompol Hendri Multi mengatakan ada indikasi bunuh diri dalam kejadian tersebut. Dari olah tempat kejadian perkara (TKP), lokasi kejadian di persimpangan rel.

Pihaknya telah mengumpulkan keterangan keluarga korban dan saksi. “Korban naik bus ke TKP dengan membawa tas kemudian ditaruh di tempat duduk sekitar perlintasan. Lalu berjalan ke rel sejauh 30 meter dan menabrakkan diri ke kereta api yang melintas,” kata Hendri.

Dikatakan, keluarga korban telah mengonfirmasi identitas jenazah korban. Pihaknya belum bisa memastikan motif kejadian itu. “Kemungkinan ada masalah keluarga,” jelasnya.

Korban meninggal dunia dan meninggalkan tas berwarna hitam berisikan KTP, KK, surat, foto, baju, celana, dan sandal. “Surat itu, istilahnya buat pamitan, yang intinya titip anak dan minta maaf ke keluarganya,” kata Hendri. (har/iwa)