JOGJA – Dalam sebuah pertandingan basket, suporter dianalogikan sebagai pemain keenam. Tak seperti para tim basket yang bertanding dan kejar-mengejar poin untuk meraih kemenangan, mereka memberikan dukungan dengan bernyanyi, bergerak, berteriak sehingga membentuk ragam lagu dan gerak yang ciamik.

Tak jarang aksi para suporter inilah energi tambahan untuk teman-temannya yang berlaga sebagai tim basket , dance, dan jurnalis di Honda DBL D.I Jogjakarta Series 2018.

Maka wajib terdapat regulasi, dan berbagai perlombaan kreatif untuk para suporter. Dua hal itu disampaikan dalam Technical Meeting Suporter Honda DBL D.I Jogjakarta Series, kemarin(14/9). Bertempat di kantor Jawa Pos Radar Jogja, para perwakilan suporter antusias untuk bisa segera menunjukkan
kreativitasnya 5-20 Oktober mendatang.

”Kami siap turun dengan kekuatan penuh karena seluruh elemen sekolah mendukung. Saat ini kami berlatih terus mempersiapkan berbagai chant untuk dinyanyikan. Selain itu juga melatih kekompakan serta membenahi apa yang kurang dari JB Mania tahun lalu,” cerita Gabriel Daneswara dan Guido Seno, duo koordinator asal SMA Kolese De Britto.

Bagi Seno, sebagai seorang suporter, ya kepentingannya adalah memberikan support, hal-hal di luar itu tidak boleh menjadi alasan datang ke Honda DBL D.I Jogjakarta Series 2018. Maka penting untuk memperhatikan attitude dan fokus saja pada tujuan.

”Ya kalau supporter tujuannya untuk memberikan suport, bukan yang lain. Maka fokus saja untuk memberikan support dengan baik, tanpa mengganggu dan menyinggung kelompok lain,” tegasnya.

Ada beberapa perlombaan seru untuk para suporter. Seperti biasa Honda DBL D.I Jogjakarta Series terus mewadahi semua kreativitas anak muda, termasuk untuk mereka yang memiliki minat dan bakat pada bidang videography. Tora Cafe bersama DBL konsisten untuk memberikan wadah pada suporter. Selain perlombaan dari segi koreografi, para suporter juga akan mendapatkan penghargaan dari sisi video terbaik.

”Kami tahu minat anak di dunia video itu
besar ,” terang Anwar Basily selaku Event Division DBL Indonesia.

Alfian Ferdiansyah selaku koordinator suporter SMAN 6 Jogja
mengakui, pihaknya akan tetap bersemangat mempertahankan gelar sebagai sekolah pemenang kompetisi suporter berbasis video seperti tahun lalu. Saat ini dirinya sudah mulai menggodok konsep bersama dengan siswa Namche yang lain.

”Targetnya selain best suporter, tentu menjadi juara pertama dalam Tora Cafe Happening Story. Kami harus pertahankan gelar dari sisi kompetisi berbasis video, ini sedang terus digodok konsepnya,” terang Alfian.

Kompetisi Suporter Honda DBL D.I Jogjakarta Series 2018 saat ini di suport penuh oleh Tora Cafe. Dengan dua varian rasa, Volcano Chocomelt dan Caramelove yang siap bikin boring jadi happening! (ata/din)