PURWOREJO – Perkembangan dunia informasi teknologi sedemikian pesat dan masyarakat Indonesia selama ini masih sebatas menjadi pemakai atau user. Padahal Google sebagai penyedia layanan membuka ruang yang sangat luas bagi masyarakat untuk mendapatkan hasil dari kreativitasnya sebagai produsen.

“Teknologi digital saat ini mulai dipakai, mulai dari transportasi hingga belanja. Warga Jakarta sudah lebih banyak memanfaatkan online untuk pemenuhan kebutuhannya,” kata Direktur AndroidWeb.Studio Abuya Darussalam saat melakukan penandatangan kerja sama di SMKN 2 Purworejo, kemarin (14/9).

Kedatangannya ke Purworejo, khususnya di SMKN 2 untuk mendorong anak-anak kejuruan itu bisa menjadi produsen di negaranya sendiri. Pendapatan yang besar dari kreativitasnya membuat aplikasi diharapkan akan mampu mengubah mindset sebatas pengguna menjadi produsen.

Diungkapkan, AndroidWeb.Studio merupakan sebuah perusahaan pembuat aplikasi yang berkantor pusat di Inggris, di mana mereka selama ini berafiliasi dengan Google Asia Pacific. Rencananya kegiatan pelatihan pembuatan aplikasi gratis itu akan diberikan kepada 550 siswa serta guru SMKN 2 Purworejo.

“Kita selama ini dimudahkan menggunakan android yang memanjakan penggunanya dengan berbagai aplikasi yang ada. Memang saat ini kita dihadapkan pada mahalnya biaya pembuatan aplikasi. Membangun satu aplikasi hingga bisa diluncurkan dan diunduh lewat google playstore itu butuh dana antara Rp 10 juta-Rp 20 juta,” ungkapnya.

Abuya menambahkan, kerja sama ini memang difokuskan kepada anak-anak SMK dibandingkan anak SMA. Hal ini dikarenakan anak yang berada di SMK akan bersiap memasuki dunia kerja, sementara untuk anak SMA biasanya akan melanjutkan ke jenjang pendidikan tinggi.

“Belum banyak sekolah yang kami masuki program ini. Pernah kami melakukan di jenjang SMA, tapi ternyata mendapat protes dari orang tua. Mereka melihat pelatihan seperti ini bisa mengganggu anak yang hendak melanjutkan sekolah karena besarnya pendapatan yang bisa diterima,” ungkap Abuya.

Selama dua hari kegiatan di SMKN 2 Purworejo dari kemarin hingga hari ini, akan mendapatkan empat kemampuan pembuatan aplikasi. Yakni aplikasi lagu, tutorial belajar, aplikasi peta, serta diajak memberi manfaat bagi lingkungan sekitar dengan membuat aplikasi bagi usaha kecil secara gratis.
“Selain melatih ini kami akan memberikan pendampingaan hingga membuka akses agar aplikasi bisa diunduh melalui google playstore,” jelasnya.

Kepala SMKN 2 Purworejo Suhirman mengungkapkan, adanya pelatihan itu bisa membekali siswa dan guru dengan kemampuan teknologi informasi yang memadai. Diharapkan aplikasi yang bisa dibuat bisa bersaing di tingkat global.
“Pengetahuan IT sekarang ini tumbuh luar biasa. Sangat menarik jika kita bisa terlibat di dalamnya serta mendapatkan hasil dari kemampuan itu,” kata Suhirman. (udi/laz)