SLEMAN – Banyak hal yang masih perlu diperbaiki di masyarakat. Sebagai advokat dan pengajar di Stikes Bethesda, perjuangan dan perubahan bagi Ontran Sumantri Riyanto berat untuk terwujud jika hanya memberikan masukan dan kritik dari luar.

Hal itulah yang mendasarnya mencoba masuk ke dalam sistem dengan maju dalam pemilu 2019 mendatang.

“Jangan hanya jadi penonton. Perubahan bisa lebih maksimal jika bisa masuk ke dalam dengan membuat kebijakan yang baik. Sarananya lewat partai dan legislatif,” kata Ontran saat Morning Tea with The Candidate di Kantor Radar Jogja, Rabu (12/9).

Selain itu, perubahan juga perlu dilakukan sejak dari dalam atau pembuat aturan tersebut. Dia menyoroti, moral dan etika, hanya sebatas naskah dalam teks atau sebatas teori. Namun praktik di lapangan dan anggota dewan juga banyak yang lupa. Di sisi lain, sektor pendidikan dan kesehatan menjadi perhatiannya.

“Tas sekolah anak saya sekarang lebih berat dibanding anak sekolah zaman dulu. Beban mereka lebih banyak. Padahal belum tentu pelajaran itu digunakan di kemudian hari oleh si anak,” tutur bacaleg DPRD Bantul daerah pemilihan 4 dari Partai Solidaritas Indonesia itu.

Sementara di sektor kesehatan, alumnus Magister Hukum Kesehatan Unika Soegijapranata ini menyoroti banyaknya sengketa medis atau gugatan pasien kepada tenaga kesehatan. Sedangkan di sisi lain, beban kerja dan kesejahteraan tenaga medis kurang berimbang dengan mahalnya biaya pendidikan tenaga kesehatan.

“Perlu ada perbaikan di dunia kesehatan dan edukasi kepada masyarakat terhadap kerja tenaga kesehatan,” ungkapnya.

Warga Langenarjan Lor, Panembahan, Kraton, Kota Jogja itu optimistis bisa mendapat dukungan warga. Dia tidak menyasar pemilih tertentu. Namun karena mayoritas warga di dapilnya petani dan nelayan, program kerjanya menyasar semua kalangan.

“Harapan saya wakil rakyat dapat meningkatkan UKM, kesehatan dan pendidikan. Juga berharap masyarakat semakin cerdas di pemilu 2019,” harapnya. (riz/ila)