SLEMAN – Ratusan pemuda asal Papua terlihat mengitari sejumlah ruas jalan Puluhdadi, Seturan hingga Babarsari, Rabu siang (12/9). Tujuan mereka mencari pelaku penusukan dua rekan mereka. Peristiwa penusukan terjadi di St. Bear Bar dan Kitchen, Seturan Caturtunggal, Depok, Sleman, Rabu dini hari.

Aksi jalan tersebut dijaga ketat aparat kepolisian dan TNI. Alhasil beberapa akses jalan dari dan menuju beberapa ruas jalan tersebut dialihkan. Meski sempat mencekam, namun aksi berlangsung kondusif. Usai aksi jalan, seluruhnya kembali ke asrama di kawasan Puluhdadi.

“Aksi ini merupakan buntut dari keributan semalam antara saudara kita dari Ambon dan Papua. Sudah kami mediasi, kami izinkan melakukan aksi asal tidak melakukan kerusuhan,” jelas Kapolres Sleman AKBP Muchamad Firman Lukmanul Hakim, Rabu (12/9).

Firman menyayangkan sempat beredar informasi tawuran. Faktanya aksi tersebut dalam pengawalan aparat kepolisian dan TNI. Hanya, diakui olehnya, para pemuda membawa beragam senjata tajam dan busur panah.

Langkah antisipasi dilakukan agar aksi tidak pecah menjadi kerusuhan. Firman bersama Dandim 0732/Sleman Letkol Inf Diantoro meminta aksi berlangsung damai. Usai melakukan aksi jalan, seluruhnya diminta kembali ke asrama Puluhdadi.

“Kami redam emosi mereka agar akses tidak ke mana-mana. Mereka tepati janji tidak melakukan kerusuhan. Tidak ada yang tewas, tidak ada tawuran, jadi jangan asal menyebar informasi yang membuat resah,” tegasnya.

Langkah selanjutnya adalah penyelidikan penyebab aksi. Untuk saat ini jajarannya telah mengumpulkan sejumlah bukti. Termasuk menjadi akar masalah dan kronologi penusukan di kafe. Firman memastikan belum ada penangkapan tersangka.

Firman meminta agar para pemuda tersebut fokus menimba ilmu. Ini sesuai dengan tujuan awal kedatangan ke Jogjakarta. Terkait aksi penusukan, dia memastikan tetap ada proses penyelidikan untuk mencari tersangka.

“Masih diperiksa Kasat Reskrim, kami juga akan memanggil kedua perwakilan yang dituakan. Ingat, tujuan awal datang ke Jogjakarta itu bukan untuk cari keributan tapi belajar di sekolah dan perguruan tinggi,” katanya.

Kapolsek Depok Barat Kompol Sukirin Hariyanto mengungkapkan belum ada laporan. Hanya saja dia telah meminta ada laporan ke Polsek Depok Barat. Korban penusukan atas nama Kemis Muris, 23, dan telah dirawat di RS Harjolukito.

Duagaan awal, penusukan terjadi akibat pengaruh minuman keras. “Korban ditusuk pisau dan mengenai dada bagian atas sebelah kanan. Sejak semalam jajaran kami sudah memeriksa tempat kejadian perkara (TKP). Kami minta jangan bergerak sendiri, Polisi tidak akan tinggal diam jika memang ada laporan,” ujarnya. (dwi/ila)