SLEMAN – “Santun muda itu kita. Kita bukan siapa-siapa. Apa adanya saja.” Begitulah slogan Fitroh Dwi Nugroho, 28, yang disampaikannya dalam Morning Tea with the Candidate di Kantor Radar Jogja, Rabu (12/9).

Fitroh merupakan bacaleg dari Partai Solidaritas Indonesia (PSI). Dia maju di Dapil IV Bantul, meliputi kawasan Bambanglipuro, Pundong, Kretek, dan Jetis. Melalui pengalamannya yang aktif dalam bidang organisasi dan aktivis, kini dia siap untuk praktik langsung ke dunia politik.

Warga asal Pundong, Bantul ini mengaku mulai terjun di dunia politik pada awal 2017 lalu. “Berawal dari ketidaktahuan tentang politik, rasa penasaran pun akhirnya membawa saya lebih mendalami politik dan bergabung ke PSI,” ujarnya.

Fitroh, sapaannya, melihat ada celah untuk menerapkan pengalaman berorganisasinya ke masyarakat langsung.

“PSI sebagai partai baru yang dikhususkan untuk generasi muda. Bagi saya ini sebuah kesempatan menunjukkan potensi anak muda,” ungkap Fitroh yang kini menjadi ketua PSI Kabupaten Bantul.

Target yang ingin dicapai Fitroh yaitu menggali potensi anak muda. “Yang terjadi di wilayah Bantul, pemuda lebih dekat dengan masalah sosial dan budaya terutama pariwisata,” ungkap Fitroh.

Fitroh menyadari, menjadi bagian anggota legislatif bukan sekadar obral visi-misi atau program-program berupa janji. Namun lebih mengutamakan bagaimana bekerja dengan baik, jujur, tidak korupsi, dan terbuka kepada masyarakat.

Dia mengungkapkan, jika terpilih kelak dia akan berupaya memberdayakan program di masyarakat, utamanya program untuk anak muda. “Anak muda harus mulai mengenal politik. Jangan sampai apatis. Anak muda saatnya jadi pemain,” tutur pemuda kelahiran 2 Mei 1989 ini. (cr6/ila)