SLEMAN – Banyak hal yang jadi keprihatinan Widyawati hingga akhirnya menuntunnya masuk ke politik. Di antaranya korupsi yang seperti sudah jadi budaya di masyarakat Indonesia. Dia berharap, generasi muda Indonesia tidak menjadi generasi koruptif.

Bacaleg DPRD DIJ daerah pemilihan (Dapil) V dari Partai Nasdem itu bahkan bikin buku berjudul Korupsi Bukan Rezeki Bro. Juga melakukan road show ke beberapa instansi menyampaikan konsep tersebut.

“Tapi juga harus lewat jalur legislatif agar dapat terimplementasi,” ungkap Direktur Utama PT Taman Burung Borobudur dan PT Bumi Sambhara dalam Morning Tea with The Candidate di Kantor Radar Jogja, Rabu (12/9).

Widya, sapaannya, menyasar generasi muda. Sebab, merekalah yang akan melanjutkan mengisi posisi penting di masyarakat. Menurutnya, anak-anak perlu dididik agar tidak korupsi sejak dini.

“Yang masih muda jangan sampai tercemar. Itulah salah satu upaya perbaikan yang bisa dilakukan,” ungkap perempuan yang juga mengagumi sosok Surya Paloh tersebut.

Selain itu, alumnus FE UGM ini juga rajin turun sebagai volunteer mengampanyekan pentingnya pendidikan, serta pemberdayaan perempuan dan anak. Dia juga mengusulkan, agar anak penyandang disabilitas yang memiliki kecerdasan dan prestasi dapat bersekolah di sekolah umum dan tidak harus di sekolah luar biasa.

“Pemberdayaan perempuan itu penting, sebab perempuan akan jadi ibu dan madrasah pertama bagi anak-anaknya,” tutur warga Perum Taman Permata, Pendowoharjo, Sleman tersebut.

Meskipun baru pertama kali terjun ke politik dan maju menjadi caleg, Widya optimistis bisa mendapatkan banyak dukungan. Salah satunya dengan gotong-royong dan berpikir positif. Sehingga jika nantinya dipercaya menjadi wakil rakyat, rakyat pula yang akan merasakan manfaatnya mempunyai wakil.

“Kami sudah punya konsep tinggal bergerak. Kedekatan dengan lingkungan dan keluarga sudah positif, dengan pendekatan peduli kampung. Harapannya bisa bermanfaat bagi orang lain itu membahagiakan. Memberikan positif bagi negeri ini,” jelasnya. (riz/ila)