KULONPROGO – Wilayah pegunungan dengan medan sulit menjadi kendala droping air bersih. Salah satunya Dusun Sumbersari, Desa Banjarasri, Kecamatan Kalibawang. Empat bulan mengalami krisis air bersih, bantuan masih minim.

Kepala Posko Tagana Kulonprogo Wahono mengatakan warga Sumbersari pantas diprioritaskan mendapat bantuan air bersih. Mata air dusun setempat kering.

“Warga harus beli air dengan harga Rp 150 ribu per 1.500 liter untuk tiga hari saja,” kata Wahono.

Bantuan air bersih untuk Sumbersari masih minim. Medan sulit menjadi salah satu pemicunya. Selama empat bulan terakhir, warga Sumbersari baru menerima bantuan air bersih sebanyak 13 kali.

“Di sini ada 80 kepala keluarga (KK) dan 50 persen di antaranya lanjut usia,” kata Wahono.

Petugas Kantor Pelayanan Pajak (KPP) Pratama Kulonprogo Rino Siwi Raharjo mengatakan pihaknya tergerak membantu warga Kulonprogo yang dilanda kekeringan. Hasil sumbangan karyawan Rp 6,1 juta diwujudkan bantuan air bersih.

“Bantuan kami salurkan melalui Dinas Sosial dan dilaksanakan oleh Tagana. Kali ini kami droping ke Sumbersari yang memang sagat membutuhkan, semoga bermanfaat,” katanya.

Waga Sumbersari Sutirah mengatakan Sumber Air Pucung bisa dimanfaatkan. Namun warga harus menempuh jarak tiga kilometer untuk mendapatkan air di sana.

“Biasanya ambil air setiap dua hari sekali. Sekali ambil menggunakan jeriken berkapastias 20 liter,” kata Sutirah. (tom/iwa)