SLEMAN – Bakal calon legislatif (bacaleg) yang akan mewarnai Pilkada Jogjakarta ternyata juga diikuti kalangan generasi muda. Fauzy Ramadhan adalah salah satunya. Lahir pada 19 Februari 1995, Fauzy sudah berani mengajukan diri dari daerah pemilihan (Dapil) I.

Pemuda asal Mantrijeron, Kota Jogja tersebut mengatakan, motivasinya mencalonkan diri berawal dari keresahan dan rasa cinta.

“Rasa cinta ini berkembang menjadi sebuah perhatian yang besar,” ujar Fauzy yang sedang menuntaskan pendidikannya di ISI Jogjakarta.

Segala detail perkembangan Kota Jogja kerap menjadi perhatiannya. Aspek infrastruktur, pendidikan, dan kebudayaan menjadi fokusnya pada Pilkada mendatang.

Bacaleg dari PSI (Partai Solidaritas Indonesia) ini kerap merasa resah akibat tidak maksimalnya pemerintah kota dalam mempertahankan tagline Jogja Istimewa. “Jogja Istimewa itu karena segala kekayaan budayanya. Tapi nilai-nilai budaya tersebut mulai luntur,” ujarnya.

Keresahan tersebut hanya satu dari beberapa hal yang dikhawatirkannya. Oleh karena itu, dia mengajak generasi milenial untuk berpikir kritis.

“Keluarkan segala ide dan gagasan. Jangan iya-iya saja terhadap perkembangan Kota Jogja yang stagnan,” ujar pemuda yang hobi menggambar tersebut.

Kekhawatiran itu pula yang rencananya dia masukkan ke dalam program jika terpilih kelak. Sementara itu, PSI dipilihnya sebagai wadah berpolitik karena mampu menawarkan ide dan gagasan, tak hanya sekadar ketokohan.

“Di PSI kami semua setara, tidak ada yang paling menonjol,” ujarnya. Fauzy menambahkan, semua kader di PSI senantiasa saling mendukung.

Meski baru setahun bergabung di PSI, Fauzy mengaku keluarga mendukung penuh keinginannya. Terlebih sang ayah juga punya latar belakang di bidang politik. Kini Fauzy tengah disibukkan dengan persiapan sidang skripsi dan kampanye yang jarak waktunya berdekatan.

“Tak boleh membuang kesempatan. Kalau ada peluang, harus dimaksimalkan. Jadi atau tidak, yang penting niatnya tulus,” jelas Fauzy yang mengenakan jaket merah bertuliskan PSI saat Morning Tea with The Candidate di kantor Radar Jogja. (cr9/ila)