SLEMAN – Momen pemilihan legislatif (Pileg) 2019 tidak ingin dilewatkan begitu saja oleh Khrisyanto Adi Raharjo, 32. Meskipun belum genap setahun terjun ke partai politik, kesempatan mencoba maju menjadi calon legislatif tidak akan disia-siakan.

Alumnus Fakultas Hukum UGM dan Pascasarjana UII itu maju sebagai caleg Partai Nasdem untuk DPRD Kota Jogja daerah pemilihan (Dapil) Jogja 1.

TAK INGIN TERLEWAT: Belum genap setahun terjun ke parpol, kesempatan mencoba menjadi calon legislatif tidak disia-siakan. (REREN INDRANILA/RADAR JOGJA)

“Karena ada kesempatan, maka saya maju. Ingin memberikan kemanfaatan bagi sekitar. Tapi juga kemanfaatan dengan dilakukan bersama dan dinikmati bersama. Jangan sampai setelah jadi ditinggalkan. Atau tidak dilibatkan dalam proses lima tahun mendatang,” katanya saat berkunjung ke Radar Jogja dalam program Morning Tea with The Candidate, Kamis (6/9).

Selain itu, sebagai alumni jurusan hukum, dia juga menyoroti masalah konsistensi hukum. Seperti kadangkala, aturan satu dan lainnya, disadari atau tidak ada yang bertabrakan.

“Kekurangan itu menimbulkan celah yang kadang dimanfaatkan oknum untuk mengambil keuntungan. Memanfaatkan ketidakpastian dan ketegasan hukum itu, itu yang harusnya tidak terjadi,” tuturnya.

Sebagai pendatang baru, Adi sapaannya, menyadari persaingan di dapilnya tidaklah mudah. Dengan 66 ribu penduduk, jika perlu 10 persen untuk jadi maka perlu sekitar 6 ribu suara. Jumlah yang tidak sedikit.

“Persiapannya, santai. Tidak terlalu ngoyo. Jabatan itu amanah, sudah ada garisnya. Kami tetap berusaha dan ikhtiar itu ada,” tuturnya.

Salah satunya dengan menjalin komunikasi dan persaudaraan dengan semua pihak. Dia tidak menargetkan mendapat berapa suara. Mendapat berapapun suara, menurutnya bukan hanya simbol kemenangan tapi juga jumlah amanah.
“Harus optimistis, tapi tidak takabur dan realistis,” jelasnya. (riz/ila)