JOGJA – Melemahnya nilai tukar rupiah terhadap dolar AS berpengaruh terhadap harga bahan pangan impor seperti kedelai. Harga bahan baku tahu dan tempe di pasaran belakangan ini terus merangkak. Mencapai Rp 7.500 per kilogram (kg). Sebelumnya hanya di angka Rp 6.800 per kg.

”Meski naiknya hanya seratus, seratus tetap terasa,” keluh Sri Hartanti, 30, seorang perajin tempe saat ditemui di rumahnya di Gedongkiwo, Mantrijeron kemarin (6/9).

Bagi Sri, menaikkan harga tempe bukan solusi. Sekalipun harga bakunya naik. Itu bisa memicu pelanggan protes, bahkan beralih. Jadi, Sri tetap mempertahankan harga lama. Sebagai solusinya, dia hanya mengurangi berat tempe. Biasanya, Harga tempe yang dijual bervariatif. Tergantung ukurannya. Mulai dari Rp 1.000, Rp 1.500, Rp 3.000, dan Rp 5.000. Termahal Rp 6.000.

”Dengan naiknya harga kedelai omzet awal bulan ini turun 15 hingga 20 persen,” sebutnya.

Para perajin tahu di Pedukuhan Sumbermulyo, Kepek, Wonosari, Gunungkidul juga melakukan hal serupa. Namun di antara mereka ada yang memilih menaikkan harga. Sakiyo, seorang perajin tahu menyebut harga tahu per satu papan kini dibanderol Rp 28 ribu. Sebelumnya Rp 25 ribu.

”Harga tahu megel Rp 31 ribu. Semula hanya Rp 20 ribu per papan,” sebutnya.
Di Pedukuhan Sumbermulyo, ada belasan perajin tahu. Setiap hari mereka membutuhkan sekitar 4,5 ton kedelai impor.

”Dan selama dua bulan terakhir naik terus. Sekarang Rp 7.400 per kg,” keluh Sakiyo menyebut omzetnya anjlok hingga Rp 1 juta per hari belakangan ini.
Menurutnya, para perajin sengaja mengandalkan kedelai impor.

Pertimbangannya, kedelai lokal tak mampu memenuhi kebutuhan para perajin.
Kepala Dinas Pertanian DIJ Sasongko melihat kenaikan harga kedelai impor sebagai peluang. Para perajin tahu dan tempe dapat memilih kedelai lokal sebagai bahan baku. Toh, kualitas kedelai lokal juga tidak kalah dibanding impor.

”Kedelai impor hanya lebih besar karena ditanam di daerah subtropis,” ucapnya.
Di DIJ, suplai kedelai lokal terbesar dari Gunungkidul. Disusul Kabupaten Bantul, lalu Kulonprogo. (tif/gun/zam)