SLEMAN – Tiga puluh tahun mengabdi sejak 1985 sebagai guru, banyak kritik dan masukan yang dituliskannya. Namun, Petrus Gunawan Yanuarto menilai perubahan akan dapat lebih maksimal jika ikut menjadi pelaku di dalamnya.
Itulah salah satu yang mendasari Petrus Gunawan Yanuarto maju menjadi calon legislatif DPRD DIJ daerah pemilihan (Dapil) DIJ III.

Alumnus Pendidikan Bahasa Prancis UNY itu mengaku fokus pada kesejahteraan rakyat. Dia menilai, di DIJ ketimpangan sosial masih tinggi, bahkan secara nasional. Dilihat dari angka ratio gini di DIJ yang semakin meningkat.

“Itu tidak hanya menjadi tanggung jawab eksekutif, namun legislatif juga bisa ikut berperan dan berbuat,” katanya saat mengunjungi Radar Jogja dalam acara Morning Tea with The Candidate, Kamis (6/9).

Bahkan, jika nanti dipercaya menjadi wakil rakyat, menurutnya perlu ada terobosan yang dilakukan legislatif untuk meningkatkan kesejahteraan rakyat. Misalnya, dengan membuat raperda percepatan penanggulangan kemiskinan. Dengan adanya UU Keistimewaan dan dana keistimewaan, hal tersebut bisa menjadi salah satu solusi.

“Kekuasaan muaranya untuk kesejahteraan rakyat,” ungkapnya.

Disinggung mengenai persiapan dalam pencalegan, dia mengaku masih mengikuti tahapan bersama partai. Di samping juga menunggu keputusan daftar calon tetap (DCT). Di sisi lain, menurutnya, pemimpin yang baik adalah pemimpin yang dicari dan dicintai rakyat.

“Tidak ngemis-ngemis suara, tapi kalau rakyat sudah cinta dan bisa merasakan manfaat kehadiranya maka akan memilih calon itu,” tuturnya.

Selanjutnya dia berharap, proses pemilu 2019 betul-betul menjadi pesta rakyat. Rakyat merasa gembira dan bahagia. Tidak hanya riuh dengan pesan kebencian dan perpecahan.

“Tetap dengan asas langsung, umum, bebas dan rahasia (Luber) dan jurdil, jujur dan adil,” harapnya. (riz/ila)