SLEMAN – Balai Besar Latihan Masyarakat (BBLM) Jogjakarta menggandeng PT Bank Negara Indonesia Tbk (BNI) untuk mewujudkan smart office.

Peluncuran smart office BBLM Jogjaku dilakukan oleh Kepala BBLM Jogjakarta Erlin Chaerlinatun di Kantor BBLM Jogjakarta jalan Parasamya 16 Beran Sleman Jumat lalu (31/8). Hadir dalam kesempatan itu Bupati Sleman Sri Purnomo, Head of Network and Services BNI Wilayah Jogjakarta Arif Tri Tjahjono dan Pemimpin Kantor Cabang Utama UGM Suryo Wikanthomo

Smart office yang dibangun di lingkungan kerja BBLM tersebut merupakan sebuah konsep kantor yang selalu terkoneksi, cashless, dan paperless. Juga dukungan perangkat dan solusi teknologi informatika (TI) dalam semua fungsinya. Dukungan tersebut mulai dari fungsi keuangan, kepegawaian, hingga administrasi atau reporting

Dalam sambutannya, Erlin Chaerlinatun menyampaikan pada saat perubahan zaman berlangsung secara cepat, khususnya pada era revolusi industri 4.0 saat ini, diperlukan kecepatan untuk membuat keputusan. Menurut dia, pada 2050 Indonesia bisa menjadi negara dengan ekonomi ke empat terbesar di dunia. “Tapi saat ini masih ada 30 ribu desa yang tertinggal. Oleh karena itu misi Presiden untuk membangun Indonesia mulai dari pinggir adalah kunci mengurangi kesenjangan itu,” katanya.

Kementrian Desa Pembangunan Daerah Tertinggal, dan Transmigrasi, lanjut dia, memiliki posisi strategis untuk menentukan Indonesia itu akan menjadi negara yang memiliki kesenjangan tinggi atau rendah. “Nah, smart office BNI ini salah satu cara mengarah ke kecepatan bertindak, sehingga pelayanan terhadap desa-desa bisa lebih akurat dan cepat,” jelasnya.

Smart office, tambah Erlin juga terwujud karena dukungan penuh BNI sebagai bank mitra utama BBLM Jogja. “Kami berharap implementasi smart office ini dapat segera ditiru juga oleh kementerian dan lembaga lainnya, guna mendukung transparansi pemerintahan, serta digitalisasi transaksi pada kementerian atau lembaga,” ujarnya.

Sedang Arif Tri menambahkan, BNI mendukung penuh inisiasi Kementerian Desa Pembangunan Daerah Tertinggal, dan Transmigrasi dengan menyediakan beberapa solusi yang dibangun BNI sebagai satu kesatuan yang lengkap dalam produk smart office. “Salah satunya implementasi Kartu Pegawai Kemendes PDTT yang dibuat sebagai Kartu Combo atau Kartu Multi Fungsi (KMF),” katanya.

Kartu tersebut berfungsi sebagai akses masuk gate parkir di lingkungan Kantor Kemdes PDTT, akses masuk ke Gedung Kementerian Desa, alat pembayaran di Kantin Kemdes PDTT, serta menjadi Alat Pembayaran berbagai Moda transportasi (Busway atau Commuter Line) dan gerbang tol.

Paket smart office yang dibangun BNI juga menyediakan layanan Implementasi sistem e-absensi yang terintegrasi dengan SIMPEG (Sistem kepegawaian). “Penggunaan fasilitas cash management untuk pengelolaan keuangan Kemendes PDTT, hingga memungkinkan dilakukannya pembayaran atau transaksi yang efektif dan efisien,” paparnya.

Smart office ini juga memungkinkan penggunaan Corporate Card & Traveling Card untuk pengelolaan biaya perjalanan dinas pegawai Kemdes PDTT dan Pengelolaan Smart Kantin Kemdes PDTT, yakni sebuah konsep pengelolaan kantin yang cashless dan modern.

Suryo menambahkan, kedepannya BNI terus berkomitmen untuk mendukung empat program utama Kemendes PDTT yaitu Badan Usaha Milik Desa (BUMDES), Prukades (Produk Unggulan Kawasan Pedesaan), embung Desa, dan pembangunan Sarana Olah Raga Desa. Hingga saat ini, BNI telah mengelola 8.157 Rekening Kas Desa dan membina 6.086 BUMDES melalui 5 fungsi utamanya yaitu fungsi edukasi, konsultasi, literasi keuangan, pengembangan bisnis rintisan atau Agen46, dan pendampingan. Untuk Prukades, BNI bekerjasama dengan Kementerian Desa dalam menyelenggarakan berbagai Pelatihan, diantaranya pelatihan pengelolaan keuangan, pelatihan packaging atau kemasan, pelatihan pemasaran Produk Unggulan Desa.

“Sebagai antisipasi perkembangan zaman, BNI telah menyiapkan e-commerce bagi pemasaran Prukades yaitu Bumdes-mall.com,” jelas pria yang akrab disapa Thomo itu. (pra/ong)