BANTUL – Sebanyak 24 ribu partisipan terlibat dalam tarian massal Gemu Famire dalma rangka peringatan HUT ke-73 TNI di Jogjakarta. Gerak tubuh yang juga bertujuan mencetak Rekor MURI itu digelar di Lapangan Hanggar Skadik Lanud TNI AU Adisutjipto.

Hitungan nasional, kegiatan ini melibatkan 346 ribu partisipan, terutama dari matra TNI. Adapula keterlibatan Polri, instansi dan masyarakat umum. “Rekor terbesar di dunia dalam satu kegiatan tarian secara serentak. Diselenggarakan oleh seluruh jajaran TNI dalam tiga zona waktu di Indonesia dalam waktu bersamaan,” jelas Pangdam IV/Diponegoro Mayjen Wuryanto, ditemui di Lapangan Lanud TNI AU Adisutjipto Jogjakarta, Selasa (4/9).

Jenderal bintang dua TNI itu mengungkapkan penyelenggaraan oleh Kodam IV/Diponegoro berlangsung di lima titik. Selain Adisutjipto, juga di Lapangan Pancasila Simpanglima Semarang, Lapangan Wijayakusuma Purwokerto, Lapangan Pangsar Jenderal Soedirman Ambarawa dan Lanud TNI AU Adisumarmo Surakarta.

Dipilihnya Gemu Famire, jelas dia, sebagai wujud pelestarian budaya asli Indonesia. Produk seni awalnya hanya sebuah lagu asal Nusa Tenggara Timur. Seiring waktu berjalan lagu khas tersebut memiliki gerakan tari.

“Budaya asli Indonesia sangatlah beragam dari Sabang sampai Merauke. Kali ini kami pilih Gemu Famire yang diciptakan oleh pemuda asal NTT, Frans Kornelius,” ujarnya.

Secara tidak langsung pemecahan rekor mendorong generasi muda terus berkreasi. Wuryanto memandang potensi seni sangatlah besar. Bukan hanya kesenian tradisi namun kesenian modern. Tentunya dengan mempertahankan kearifan local dalam bahasa, instrumen maupun olah gerak tubuh.

“Buktikan meski arus kesenian modern menyerbu, namun kita tetap berpegang teguh pada akar budaya Indonesia,”katanya.

Perayaan Hut 73 TNI mengusung tema Profesionalisme TNI Untuk Rakyat. Rangkaian puncak akan berlangsung di kawasan Indonesia Timur, Merauke. Dalam ajang tersebut akan ditampilkan beragam alutista seluruh matra TNI.
Wuryanto menuturkan rangkaian HUT menjadi bukti kedekatan TNI dengan seluruh elemen. Terbukti dalam pemecahan rekor MURI turut melibatkan masyarakat. Seluruhnya berkumpul di Lapangan Lanud TNI AU Adisutjipto sejak pukul 06.00 pagi.Dilaksanakan bersamaan meski ada perbedaan waktu.

“Panglima TNI mengawali dengan teleconference dari Jakarta. Beliau menyapa kesiapan wilayah Biak mewakili Indonesia Timur, Makassar untuk wilayah Indonesia tengah dan Jogjakarta untuk wilayah Indoneia Barat,”ujarnya. (dwi/pra/ong)