MUNGKID – Sebanyak 19 pegulat dari 12 perguruan tinggi ambil dalam Liga Gulat Mahasiswa di Artos Mal Magelang. Kegiatan ini digelar tiga seri. Untuk liga putaran kedua digelar Persatuan Gulat Seluruh Indonesia (PGSI) Provinsi Jawa Tengah.

Ketua Panitia Pelaksana Puji Werdianto menjelaskan, karena ini sifatnya liga, hanya peserta yang mengikuti liga pertama di Semarang yang boleh ikut.

“Sebenarnya ada peserta dari Kalimantan yang juga ingin ikut, tetapi tidak diperkenankan,” jelasnya.

Perguruan tinggi yang ikut adalah Universitas Negeri Padang, Universitas Negeri Bengkulu, Universitas Muhammadiyah Bengkulu, dan Universitas Muhammadiyah Magelang. Kemudian dari Universitas Negeri Semarang, Universitas Semarang, Institut Teknologi Sumatera Lampung, Universitas Dehasen Bengkulu, Universitas Mahendradata Denpasar, dan Undiksa Singaraja.

“Kelas yang dipertandingan, yakni bebas putra 57 Kg, bebas putra 74 Kg, bebas putri 50 Kg, bebas putri 57 Kg, grego roman putra 60 Kg, dan grego roman putra 77 Kg,” jelasnya.

Liga Gulat Mahasiswa ini pertama kali diadakan di Indonesia. Sebab biasanya gulat diselenggerakan bukan dengan sistem liga, karena selain dari sisi prestasi juga strategi maupun pematangan dari masing-masing kontingen.

Jadi liga gulat ini hampir sama sistem kompetisi di sepak bola. Ada tiga seri di mana masing-masing seri akan ditentukan pemenangnya. “Tetapi untuk juara umum atau pemenang pertama ditentukan dari akumulasi seluruh poin dari seri 1, 2, dan 3,” jelasnya.

Dengan sistem tersebut, pemenang di seri pertama belum tentu menjadi pemenang umum dari liga gulat mahasiswa ini. Menurut dia animo mahasiswa dari luar Jawa cukup besar. Peringkat pertama pada seri I di Semarang didominasi atlet dari luar Jawa.

“Kami mengapresiasi keikutsertaan atlet-atlet dari luar pulau Jawa karena dari kelas yang dipertandingkan peringkat pertama dipegang rata-rata dari luar Pulau Jawa,” ungkapnya.

Ditegaskan, kegiatan ini sengaja mengambil lokasi di mal karena ingin menggabungkan sports dan entertainment. Selain itu juga memperkenalkan gulat sebagai cabang olahraga prestasi, khususnya di PON, SEA Games, Asian Games, dan Olimpiade.

Hasilnya, kategori bebas putra kelas 57 Kg dengan tertinggi 60 poin diraih Heru Fernandes. Kategori bebas putri kelas 50 Kg dengan poin tertinggi 47 poin diraih Elvi Eva Siregar. Kategori bebas putra kelas 74 Kg diraih Masrizal Yulianto dengan poin tertinggi 33 poin. Kategori bebas putri kelas 57 Kg diraih Mardiatul dengan poin tertinggi 41.

Kategori greeco romawi kelas 60 Kg diraih A Haidar M dengan poin tertinggi 34. Sedangkan untuk kategori greeco romawi kelas 77 Kg diraih Bayu Aditya dengan poin tertinggi 48. (dem/din/ila)