USAI salat Ashar (19/11/2011) ribuan jamaah bergegas ke makam Baqee. Lokasinya hanya dipisahkan pagar pembatas Masjid Nabawi, Madinah.
Tampak beberapa orang mengusung keranda mayat berisi jenazah yang baru selesai disalatkan di Masjid Nabawi. Sore itu ada dua jenazah jamaah haji akan dikuburkan di Baqee. Dari kejauhan, di selatan kompleks makam, tampak dua jenazah tadi bersiap dikuburkan. Beberapa keluarga dan petugas mengiringi prosesi pemakaman tadi.

Hampir setiap hari usai salat wajib, imam dan jamaah Masjid Nabawi selalu menyalatkan jamaah haji yang meninggal di Madinah saat menjalankan ibadah haji. Biasanya, saat penguburan jenazah jamaah haji, pihak keluarga dan petugas atau perwakilan negara asal jamaah yang bersangkutan ikut mendampingi.

’’Selain 10 ribu sahabat nabi dan keluarganya. Yang boleh dimakamkan di sini (Baqee) hanya jamaah haji yang meninggal Madinah,’’ kata Ustad Muzzaky, seorang pembimbing haji Indonesia.

Puluhan bahkan ratusan tentara, polisi, dan petugas khusus Masjid Nabawi mengawasi peziarah yang datang dari seluruh dunia. Pada papan pengumuman tertulis peringatan dalam berbagai bahasa, agar peziarah mendoakan ahli kubur. Bukan sebaliknya. Dilarang minta macam-macam pada ahli kubur. ‘’Awas syirik,’’ begitu tulisan pada papan pengumuman itu.

Para tentara, polisi, dan petugas khusus kompleks Masjid Nabawi disebar di hampir setiap pojok kuburan yang hanya berupa tanah lapang. Di tengahnya ada beberapa batu, tapi tidak terlalu besar. Tidak ada tanda khusus seperti nama atau indentitas lainnya pada masing-masing makam.

Di tengah kuburan terdapat jalan setapak melingkari kompleks kuburan. Sehingga peziarah tidak perlu menginjak-injak batu nisan tadi. Mulai pintu masuk hingga pojok kuburan yang luasnya puluhan hektare itu terdapat jalan setapak.

Tampak beberapa peziarah bergerombol di depan kompleks makam. Mulutnya komat kamit seraya menengadahkan tangan. Mereka berdoa untuk ahli kubur terdekat.

Banyak larangan di kawasan ini. Salah satunya, mengambil gambar kompleks makam Baqee. Namun banyak peziarah terlihat mengambil gambar atau memotret secara diam-diam. Baik dengan kamera maupun handphone.

Termasuk penulis, terpaksa nekat mengambil gambar untuk mendukung tulisan makam Baqee. Risikonya kalau ketahuan petugas, kabarnya, kamera akan disita.

‘’Selama bulan haji di sini (Baqee) ada mahasiswa Indonesia kuliah di Madinah ditugaskan menjelaskan kepada peziarah Indonesia. Kemarin saya ketemu orangnya. Namanya Baidowi,’’ tambah Muzzaky .

Di kompleks ini ada makam salah satu Khulafaur Rosyidin atau pengganti Kanjeng Nabi Muhammad SAW. Yakni, kuburan Usman bin Affan ra. Rumah dan kuburannya semula berada di luar areal Baqee. Tapi, karena perluasan makam akhirnya rumah dan makam Usman bin Affan berada dalam satu kompleks Baqee.

Sedangkan makam Nabi Muhammad SAW, Abu Bakar Sidiq ra, dan Umar bin Khatab ra berada di kompleks Masjid Nabawi. Di dekat Raudhah, tempat paling mustajab berdoa di kompleks Masjid Nabawi. Sebab, areal itu dulunya bekas rumah, taman, dan halaman rumah Nabi Muhammad SAW. “Nabi semasa hidupnya sering berziarah ke Baqee untuk mendoakan ahli kubur dan para sahabatnya,’ tutur Muzzaky.

Semua orang dekat Nabi Muhamad SAW, temasuk para istrinya, dikuburkan di kompleks makam Baqee. Kecuali dua istri Rasul, Khotijah dan Memunah. Keduanya dimakamkan di Makkah. Mereka dikuburkan di pemakaman Ma’la, tak jauh dari Masjidilharam.

‘’Selebihnya orang dekat, anak-anak nabi serta para istri mereka.Dimakamkan di kompleks Baqee,’’ jelasnya.

Bagaimana dengan kuburan Ali bin Abi Thalib ra, sahabat nabi yang juga menantunya? Sampai sekarang masih kontroversi. Ada yang meyakini kuburan Ali juga berada di kompleks makam Baqee. Tapi, sebagaian ulama berpendapat makam Ali sebenarnya ada di Bagdad, Irak. Mana yang benar, belum ada kepastian.

Areal pemakaman Al-Baqee atau Jannatul Baqee berarti “Taman Surga”. Karena terdapat makam keluarga serta sahabat Nabi Muhammad.

Perluasan makam pertama dalam sejarah di lakukan Muawiyah I, pemimpin Umayyah pertama membeli tanah tetangga yang luas, di mana terdapat makam Usman bin Affan. Umayyah membangun kubah pertama di Al-Baqi di atas kuburan Usman bin Affan. Beberapa waktu kemudian terdapat begitu banyak kubah dan bangunan di atas kuburan. Namun belakangan bangunan makam dibersihkan. Lalu setiap kuburan hanya ditandai patok atau batu seadanya. Tujuanya, menghidari syirik. Supaya tak ada peziarah yang mengkultuskan pemilik kubur.

Harga satu meter tanah di Pemakaman Baqi’ terhitung sangat mahal, mencapai setengah juta riyal. Ini dilakukan untuk menekan permintaan orang-orang yang ingin dimakamkan di Baqee. Jika dipermudah tentu berakibat pada ketidak-seimbangan geografis Kota Madinah.

Semua orang ingin dimakamkan di sana. Karena tempat ini memiliki kedudukan dari sisi agama dan sejarah. Generasi pertama umat Islam, ahlul bait dan para sahabat Rasulullah SAW dimakamkan di pekuburan yang bertetangga dengan Masjid Nabawi itu. Kira-kira ada 10.000 orang sahabat yang dimakamkan di sana.

Pemakaman ini berada di sebelah tenggara Masjid Nabawi. Tanah lapang pekuburan dipagari marmer tinggi. Luasnya 180.000 meter persegi. Pemerintah Arab Saudi menaruh perhatian besar terhadap pemakaman ini. Karena kedudukannya bagi umat Islam dan nilai historis yang berkaitan Nabi Muhammad SAW.

Di Baqee terdapat tempat pemandian mayat terbesar di dunia. Karena pemakaman ini menampung ragam manusia dari seluruh penjuru dunia, dengan berbagai kewarga-negaraannya. Tentu selain dari para syuhada, sahabat Nabi, dan ulama kaum muslimin. (yog/bersambung)