MUNGKID – Penghargaan atas prestasi yang ditorehkan diberikan Universitas Muhammadiyah (UM) Magelang kepada dosen, tenaga kependidikan maupun mahasiswa. Dosen yang meraih penghargaan peraih jabatan fungsional tertinggi adalah Prof Dr Muhamad Japar MSi. Sedangkan peraih tiga penghargaan sekaligus adalah Dr Muji Setiyo ST, MT yakni sebagai dosen peraih paten Granted, dosen publikasi terbaik kualifikasi QI, dan dosen score SINTA tertinggi.

“Tiga dosen berprestasi dalam pembimbingan PKM yang maju Pimnas pun mendapatkan penghargaan,” kata Humas UM Magelang Yudia Setiandini, Kamis (30/8).

Untuk tenaga pendidik (tendik), penghargaan berprestasi diberikan kepada Yunda Sara Arum Sekar SIP. Diberikan juga penghargaan kepada empat dosen dan tendik yang sudah mempunyai masa kerja 20 tahun lebih. “Disamping itu kami juga memberikan penghargaan kepada mahasiswa berprestasi baik akademik maupun non akademik,” tutur Yudia.

Puncak milad UM Magelang dirangkai dengan Laporan Tahunan Rektor dan Orasi Ilmiah di Auditorium Kampus 1 UM Magelang, kemarin. Rektor Ir Eko Muh Widodo MT menyampaikan beberapa progres yang telah dilakukan universitas dalam satu tahun terakhir. Di antaranya pada bidang penguatan institusi dan kelembagaan. “Saat ini UM Magelang memiliki 20 program studi dengan dua prodi di antaranya berakreditasi A,” ungkapnya.

Untuk bidang SDM, lanjur rektor, saat ini ada 28 dosen sedang melakukan studi lanjut S3. Pada tahun ini terdapat 77 kegiatan penelitian dosen dengan pembiayaan mencapai Rp 2,2 miliar. Sedangkan kegiatan pengabdian dosen yang tercatat pembiayaannya mencapai Rp 1, 3 miliar. “Beberapa karya dosen UM Magelang juga berhasil tembus dalam jurnal internasional ber-impact factor,” ujarnya.

Adapun orasi ilmiah tahun ini disampaikan Dr Rochiyati Murniningsih SE, MP dengan tema “Sinergitas Perguruan Tinggi dalam Transformasi UMKM Berdaya Saing, Upaya Meraih UM Magelang Berkemajuan.” Murni menyoroti tentang peran nyata UMKM dalam perekonomian di segala lini baik regional, nasional, maupun global. Namun demikian sebagian UMKM masih menghadapi masalah mendasar karena dijalankan secara tradisional dan turun temurun.

“Untuk itu langkah pemerintah dalam mengintregrasikan pengembangan UMKM dengan teknologi digital di tengah era revolusi industri keempat patut didorong berbagai pihak. Termasuk UM Magelang yang memiliki kompetensi di bidang pendidikan dan pelatihan vokasi kepada UMKM, khususnya yang berada di lingkup Magelang,” jelas Murni.

Ketua Majelis Dikti PP Muhammadiyah Prof Lincolin Arsyad MSc dalam amanatnya menyampaikan apresiasi terhadap progress yang telah dicapai UM Magelang. “Berdasarkan jumlah mahasiswa saat ini, dari 173 PTM di Indonesia, UM Magelang masuk dalam jajaran middle class. Adapun bila dilihat dari capaian akademik, terutama capaian prestasi dosen, UM Magelang masuk kategori PTM menengah ke atas,” ungkapnya.

Ia juga berpesan agar UM Magelang dapat menjadi mitra pemerintah, termasuk dalam upaya mencerdaskan bangsa. Harapnnya, dimiliknya tiga karakter utama yakni unggul, berdaya saing, dan berkemajuan. (dem/laz/mg1)