Dinas Kesehatan Kota Yogyakarta selama dua hari (29 dan 30 Agustus 2018) mengadakan Pelatihan Pengendalian Tuberkulosis bagi guru UKS dari TK sampai SMU/SMK/Madrasah dari wilayah Kecamatan Mantrijeron, Mergangsan, dan Kraton.Pelatihan ini juga dihadiri oleh kepala Puskesmas, petugas TB, dan petugas UKS dari Puskesmas di ketiga kecamatan tersebut.
Pelatihan ini dibuka oleh Kepala Dinas Kesehatan Kota Jogja dr. Fita Yulia k, M.Kes dengan pesan agar pelatihan ini dapat meningkatkan pemahaman para peserta tentang tuberculosis dan dapat membentuk jejaring antara sekolah dengan Puskesmas dalam pencegahan tuberculosis dan pengendalian TB dengan penemuan penderita TB di sekolah.

Pelatihan ini bertujuan memperluas jejaring pencegahan tuberculosis dengan jalan meningkatkan akses layanan bermutu dan pengendalian factor risiko.Sebagaimana kita ketahui bahwa penularan TB adalah melalui percikan dahak yang tersebar lewat udara.Sekolah sebagai tempat berkumpul banyak orang dapat menjadi tempat yang berpotensi bagi penularan TB. Antusiasme peserta terlihat dengan keaktifan peserta dan pertanyaan yang diajukan.

Pembentukan jejaring ini sesuai dengan tujuan UKS yaitu meningkatkan mutu pendidikan dan prestasi belajar peserta didik.UKS meningkatkan perilaku hidup bersih dan sehat, derajat kesehatan peserta didik dan menciptakan lingkungan yang sehat yang memungkinkan pertumbuhan dan perkembangan yang harmonis dan optimal dalam rangka pembentukan manusia Indonesia seutuhnya. Secara khusus UKS bertujuan memupuk kebiasaan hidup sehat dan mempertinggi derajat kesehatan peserta didik dan masyarakat sekolah.

Penemuan tanda-tanda Tuberkulosis (batuk>2 minggu, batuk darah, berat badan sukar naik, dll) di sekolah turut mendukung misi Indonesia bebas TB. Sesuai dengan slogan TOSS TB (Temukan Obati Sampai Sembuh TB) peran serta warga sekolah dan UKS dalam jejaring ini turut mendukung pula pembentukan sekolah sehat.