Tak kurang dari sepekan, Liga Indonesia kembali bergulir. Tim-tim asal DIJ, yakni PSS Sleman dan PSIM Jogja di Liga 2, PS Tira di Liga 1, dan Persiba Bantul di Liga 3 mengusung asa tinggi untuk menuntaskan kompetisi.
Bahana

PSIM Jogja kini berada di peringkat tujuh klasemen Wilayah Timur Liga 2. Target tim berjuluk Laskar Mataram ini adalah masuk zona empat besar. Dan upaya itu memang belum benar-benar pupus. Namun ancaman terperosok ke zona degradasi pun sama peluangnya dengan upaya menggapai zona empat besar.

Dengan poin 15 yang dimiliki, selisih nilai PSIM dengan PS Mojokerto Putra yang berada di peringat ke-4 hanya 7 poin saja. Sedangkan peringkat Mataram Biru dengan penghuni zona degradasi hanya berselisih tiga angka. Itu artinya, bila Hendika Arga dkk lengah, bukan tidak mungkin PSIM tergelincir ke jurang degradasi.

Manajer PSIM Jogja Erwan Hendarwanto mengakui bahwa posisi PSIM masih belum aman. Skuadnya, bisa saja berada di zona degradasi di akhir kompetisi kalau tidak bisa bangkit sejak sekarang.

Sisa laga yang bakal dijalani PSIM terbilang cukup berat. Dari sembilan laga sisa, PSIM Jogja hanya memiliki empat laga kandang dan 5 laga tandang. Sialnya, laga kandang PSIM Jogja belum tentu bisa digelar di Jogjakarta. Mengingat sampai dengan saat ini belum ada kepastian PSIM Jogja bisa menggunakan Stadion Sultan Agung (SSA) sebagai home base.

Sementara PSIM Jogja masih akan menjalani tour Kalimantan untuk menghadapi Persiba Balikpapan, Kalteng Putra, dan Martapura FC. Menurutnya, banyak faktor X bermain di Kalimantan. “Bagaimana saya harus mempersiapkan para pemain agar tidak terpancing emosinya, sehingga merugikan tim,’’ kata Erwan.

Maka dari itu, guna mengantisipasi kehilangan poin pada tur Kalimantan, dia meminta skuad Laskar Mataram menyapu bersih laga kandang yang tersisa. Empat tim yang akan dihadapi PSIM Jogja di laga kandang yakni PSBS Biak, Persegres Gresik, Semeru FC, dan Madura FC. ”Kalau bisa sapu bersih peluang berada di luar zona degradasi terbuka,” katanya.

Sementara PS Tira, yang tengah melakukan pemusatan latihan di Bogor, Jawa Barat sudah akan ditunggu Persebaya Surabaya di Gelora Bung Tomo, Selasa (11/9) mendatang. Kemenangan atas Persipura Jaya Pura bisa menjadi modal bagi The Young Warriors untuk mencuri poin di Surabaya.

Persaingan zona degradasi di Liga 1 memang cukup ketat. PS Tira, yang kini tengah berada di peringkat 16 hanya berselisih dua poin saja dengan tim yang ada di atasnya.

Sedangkan Persiba Bantul, peluang untuk lolos ke babak 32 besar nasional ditentukan pada laga melawan Persatu Tuban, di SSA Minggu (2/9). Raihan poin penuh tentunya mengamankan tiket ke babak 32 besar minilam dari peringkat runner up.

Manajer Persiba Bantul Endro Sulastomo menyatakan, akan sapu bersih dua laga sisa untuk memuluskan lolos ke-32 besar. ”Lawan Persatu Tuban tentu target kami tidak boleh kalah. Selanjutnya kami bisa mencuri poin minimal seri,” jelasnya.

Sedangkan bagi klub asal Sleman, PSS meski terbilang cukup aman dari zona degradasi namun misi untuk bisa lolos ke kasta tertinggi Indonesia masih butuh perjuangan yang panjang. Sialnya, di tengah perjuangan mengejar kasta tertinggi, badai cedera menghantam skuad Elang Jawa. Setidaknya ada lima pemain yang cedera. Mereka yakni, Adi Nugroho, Dave Mustaine, M Zamzani, Jodi Kustiawan, dan Slamet Budiono.

Yang paling merugikan adalah kehilangan Dave Mustaine dan Slamet Budiono. Keduanya kerap bermain reguler bagi PSS. Dave dipastikan menepi sebulan lebih akibat cedera ligamen. Bisa jadi, Dave tidak akana memperkuat PSS hingga kompetisi di Wilayah Timur Liga 2 rampung. Sementara itu kondisi pemain inti lainnya Slamet Budiono, Jodi Kustiawan, dan Adi Nugroho masih dalam penyembuhan. Untuk nama terakhir, dipastikan harus absen panjang setelah menjalani operasi ACL. ”Badai cedera ini tentu merugikan. Tapi, kami harus memaksimalkan pemain yang ada,” jelas asisten pelatih PSS Sleman Danilo Fernando. (bhn/din/mg1)