SLEMAN – Kepolisian mengambil langkah tegas dengan memberikan sanksi sosial kepada pelaku kriminalitas. Tidak akan ada lagi pelaku kriminalitas ditutup mukanya saat pengungkapan kasus yang diungkap ke media massa.
Kepala Bidang Humas Polda DIJ AKBP Yuliyanto mengakatan langkah tersebut sebagai efek jera. Diharapkan setiap pelaku kriminalitas mendapat sanksi sosial. Apalagi setelah wajahnya terekspos ke sejumlah pemberitaan.

“Benar kebijakan tersebut, jadi sekarang para pelaku (kriminalitas) tidak akan mengenakan penutup muka. Akan menjadi sanksi sosial bagi dirinya karena telah bertindak menyalahi hukum,” kata Yuliyanto, Kamis (30/8).

Kebijakan tersebut merupakan instruksi dari Mabes Polri. Berlaku untuk seluruh jajaran Polda se-Indonesia. Berlaku pula untuk Polsek dan Polres di masing-masing wilayah Polda. Termasuk Polda DIJ yang membawahi empat Polres dan satu Polresta.

Perwira menengah dua melati tersebut berharap kebijakan tersebut efektif. Mengingat selama ini sanksi pidana belum tentu memberikan efek jera. Bahkan banyak yang mengulangi aksi kriminalitas.

Di satu sisi, sanksi sosial tidak hanya berdampak pada individu. Keluarga pelaku tentu juga mendapat dampak dari kebijakan tersebut. Namun langkah tersebut wajib diambil agar pelaku maupun residivis berpikir sebelum bertindak.
“Kalau tidak mau seperti itu, jangan bertindak kriminal, apapun wujudnya. Mau itu terkait narkoba, kekerasan hingga pencurian akan diterapkan langkah seperti itu,” ujar Yuliyanto.

Ada pengecualian bagi tersangka yang masih berusia di bawah umur. Pertimbangannya, pelaku masih dilindungi Undang-Undang Perlindungan Anak (UUPA).
“Dalam rentang usia di bawah umur beberapa hak anak wajib dilindungi,” kata Yuliyanto.

Kasat Resnarkoba Polres Sleman AKP Tony Priyanto menyambut positif kebijakan tersebut. Baginya kejahatan peredaran narkoba sangatlah fatal. Tidak hanya merugikan diri sendiri namun generasi bangsa.

Dalam berbagai kasus sering pelaku usia muda. Menyasar usia produktif bahkan di bawah umur. Peredaran narkoba turut merusak generasi muda. Dampaknya adalah kemunduran bangsa Indonesia akibat kecanduan narkoba.

“Sangat setuju (tidak berpenutup kepala), bisa jadi sanksi sosial bagi mereka (pelaku). Kalau masih ditutup (mukanya), tidak ada dampak sosial. Minimal kalau pelaku bebas maka akan berpikir ulang untuk melakukan kesalahan yang sama,” kata Tony. (dwi/iwa/mg1)