Peduli Demokrasi dan Kawal Pelaksanaan Pemilu

KULONPROGO – Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Kulonprogo mengimbau masyarakat tidak takut melaporkan pelanggaran Pemilu. Berani melapor sama saja peduli dengan demokrasi. Warga diminta aktif mengawal pemilu agar berjalan secara langsung, umum, bebas, rahasia, juru dan adil (luber dan jurdil).
Demikian disampaikan Ketua Bawaslu Kulonprogo Ria Herlinawati dalam rapat koordinasi (Rakor) bersama stakeholder terkait, Kamis (30/8). “Pemilu 2019 bisa dicermati daftar pemilih tetap (DPT) yang telah dipasang di balai desa,” kata Ria.

DPT yang tidak valid sangat rentan dijadikan alat menggugat hasil pemilu. Tahapan penetapan DPT menjadi tahapan yang paling krusial dan menentukan suksesnya pemilu.
“Maka kami mengajak warga mencermati, jangan takut atau segan melapor jika ada kesalahan atau menemukan indikasi kecurangan,” kata Ria.

Menurut dia, tidak hanya mencermati DPT, warga juga berhak melaporkan jika menemukan praktik politik uang, perusakan alat peraga kampanye, serta netralitas TNI/Polri. “Minimal bisa memberi informasi jika ada indikasi pelanggaran, memang dibutuhkan kesadaran untuk bisa peduli,” ujar Ria.
Dikatakan, bejalar dari Pilkada sebelumnya, Bawaslu sempat menemukan banyak kasus pelanggaran baik politik uang, perusakan alat peraga kampanye dan pelanggaran administrasi lainnya.

“Keterlibatan masyarakat sangat dibutuhkan untuk meminimalisasi pelanggaran dan kecurangan. Harapannya pilkada ke depan bisa berjalan lancar dan kondusif,” kata Ria.

Kepala Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) Kulonprogo Budi Hartono mengatakan peran masyarakat dibutuhkan untuk mengawal demokrasi. “Kepedulian masyarakat dibutuhkan agar Pilpres dan Pileg 2019 sukses,” kata Budi. (tom/iwa/mg1)