Pimnas Ke-31, Libatkan 1.523 Mahasiswa dari 136 Perguruan Tinggi

SLEMAN – Menteri Riset, Teknologi, dan Pendidikan Tinggi (Menristekdikti) Mohamad Nasir mengimbau mahasiswa Indonesia agar tak lekas puas hanya dengan gagasan ilmiah. Tapi harus berusaha mewujudkan gagasan itu, sehingga membuahkan hasil karya yang dapat diterapkan dalam dunia usaha. Serta bermanfaat bagi masyarakat. “Ini penting. Semua pemikiran dan karya mahasiswa harus jelas orientasi dan manfaatnya. Serta bisa diimplementasikan bagi dunia nyata,” ujar Nasir di sela pembukaan Pekan Ilmiah Mahasiswa Nasional (Pimnas) ke-31 di GOR Universitas Negeri Yogyakarta (UNY), Kamis (30/8).

Sedikitnya 1.523 mahasiswa dari 136 perguruan tinggi (PT) yang tersebar di Indonesia hadir sebagai peserta pimnas kali ini.
Menurut Nasir, pimnas kali ini merupakan rangkaian kegiatan dunia kampus yang paling selektif dan diikuti peserta terbanyak dalam sejarah. “Tahun sebelumnya piala bergilir diraih Universitas Brawijaya Malang. Silakan diperebutkan lagi,” ungkapnya.

Nasir mengaku bangga dengan pimnas kali ini karena jumlah pesertanya bertambah banyak. Dia pun sangat apresiatif dengan kehadiran ribuan peserta pimnas dan seluruh pihak yang telah ambil bagian menyukseskan kegiatan bergensi bagi dunia perguruan tinggi ini. “Mudah-mudahan mahasiswa yang terlibat untuk menyampaikan gagasan dalam pimnas juga bisa berkontribusi dalam meningkatkan mutu pendidikan bangsa Indonesia,” harap Nasir. Di tempat yang sama Rektor UNY Sutrisna Wibawa mengatakan, keikutsertaan mahasiswa dalam pimnas merupakan prestasi yang membanggakan bagi masing-masing kampus. Karena semua karya peserta telah melalui proses seleksi yang panjang dan tidak mudah. “Perjuangan para peserta ini layak mendapatkan apresiasi. Selamat melanjutkan perjuangan dan terus semangat,” katanya.

Pimnas ke-31 mengangkat tema “Mewujudkan Mahasiswa Indonesia Yang Unggul, Kreatif, Inovatif Berlandaskan Ketakwaan, Kemandirian, dan Kecendekiaan Dalam Bingkai Kebhinekaan.”.
Menurut Sutrisna, tema pimnas kali ini mengandung nilai luhur dan semangat yang harus dimiliki oleh mahasiswa Indonesia di era milenial.
“Tema ini kami harapkan bisa selaras dengan tujuan mulia pendahulu kita. Yaitu menciptakan generasi unggul yang mampu mempertahankan kebinekaan negara,” katanya.

Lebih dari itu, Sutrisna berharap, pimnas bisa menjadi media dan sarana komunikasi antarmahasiswa se- Indonesia.
Pimnas juga membuka peluang pengembangan potensi mahasiswa dan kegiatan ilmiah, mempertajam wawasan, dan meningkatkan kreativitas mahasiswa. Khususnya dalam pengembangan pengetahuan teknologi dan seni. Serta meningkatkan posisi tawar mahasiswa di dunia kerja dan masyarakat. Siti Zuitasari Siregar, peserta asal Universitas Islam Sumatera Utara, menilai Pimnas ke-31 lebih meriah dibanding tahun sebelumnya. Peserta yang lolos juga lebih banyak.
“UNY sebagai tuan rumah sangat total dalam penyelenggaraan kegiatan ini. Pelayan yang diberikan kepada peserta sangat baik,” ungkapnya.

Adapun acara pembukaan Pimnas ke-31 ditandai dengan pemanahan balon gas di tengah GOR UNY oleh Menristekdikti.
Berbagai pertunjukan seperti tarian tradisional dan marching band menambah kesemarakan acara ini kemarin. Terlebih setiap anggota kontingen mengenakan pakaian adat dari daerah masing-masing. Sedangkan pada malam sebelumnya, Rabu (29/8), tuan rumah menggelar Welcome Dinner bagi seluruh peserta dan dosen pendamping. (ita/jko/yog/mg1)