BANTUL – Wilayah terdampak kekeringan bertambah. RT 01 hingga RT 04 Dusun Ngrancah, Sriharjo, Imogiri yang biasanya tak pernah kesulitan air bersih belakangan ini mulai merasakan dampak musim kekeringan. Nyaris seluruh sumur milik warga mengering.
”Mungkin faktor alam,” jelas Dukuh Ngrancah Jumad ketika dihubungi, Kamis (30/8).

Dampak musim kemarau di Dusun Ngrancah terasa sejak tiga bulan terakhir. Satu per satu sumur milik warga berlahan mengering. Jumad menyebut sumber beberapa sumur ada yang masih berfungsi. Hanya, airnya keruh.
”Sehingga Rabu (29/8) malam kami menghubungi Tagana (Taruna Siaga Bencana) Bantul,” ucapnya.

Dia berharap Tagana dapat membantu kesulitan warga. Sebab, sebagian warga ada yang terpaksa harus membeli air dari pihak swasta. Meski, tidak sedikit pihak swasta yang menyalurkan bantuan droping air.
”Total ada 200 KK (kepala keluarga) yang terdampak kekurangan air. Tersebar di empat RT,” sebutnya.

Personel Tagana, kata Jumad, telah meninjau lokasi. Mereka berencana membangun tampungan sementara di delapan titik.
”Dengan menggunakan terpal,” ujarnya.

Wakil Koordinator Tagana Bantul Asngary membenarkannya. Menurutnya, Tagana berinisiatif membangun penampungan sementara. Setelah mendapatkan persetujuan dari dukuh dan tokoh masyarakat.
”Penampungan ini sifatnya darurat. Kami targetkan malam ini sudah terisi air,” katanya.

Ke depan, Asngari melanjutkan, Tagana berencana meminjam tendon air ke PDAM. Kapasitasnya 3.000 liter. Itu untuk mengantisipasi krisis air bersih di Dusun Ngrancah. Apalagi, kasus ini baru pertama kali terjadi. (ega/zam/mg1)