SLEMAN- Keseruan terus berlangsung di Kejuaraan Bulutangkis Djarum Multi Cabang (DMC) Seri III-2018 di GOR Donokerto, Turi. Hingga, Rabu (29/8), persaingan antarpemain untuk menjadi yang terbaik semakin sengit. Termasuk untuk kategori usia dini.

Di pertandingan kategori putra madya, mempertemukan juara 1 tahun lalu Muhammad Rauf Althaf Sanam dengan Fatih Jalu Satria. Rauf sempat kewalahan menghadapi Fatih, walaupun akhirnya bisa mengalahkan dengan skor 21-18 dan 22-20.”Pertandingan yang ketat,” kata Rauf.

Di pertandingan lainnya mempertemukan juara 2 tahun lalu Nurizki Zelvin Azzukuf dan Afgan Tegar Arga Wijaya. Nurizki memenangkan set pertama dengan skor 21-16. Namun Afgan dapat membalikkan keadaan dan menyelesaikan set kedua 21- 17. Di set ketiga, Nurizki bangkit dan tak memberi kesempatan Afgan melanjutkan ke babak berikutnya. Dia menang 21-15.

SERU: Kejuaraan seperti ini menjadi kesempatan para pemain menunjukkan kemampuan terbaiknya hasil latihan selama ini. (ELANG KHARISMA DEWANGGA/RADAR JOGJA)

Di kategori putri, Ainun Qomariyah dengan mudah mengalahkan Atinusa Tritasari dengan skor 21-11 dan 21-8. Begitu juga dengan Evelyna Julidha Saputri yang mengalahkan Kalila Rizkiana Dyah Prayogi dengan skor 21-7 dan 21-11. Michelin Putri Gunawan mengatasi Revelia Cort Aiftasevi dengan skor 21-16 dan 21-13.

Selain pertandingan itu, di kategori lainnya juga tak kalah seru. Masing-masing pemain menunjukkan permainan terbaiknya. Keseruan ini semakin terlihat dengan antusiasme penonton yang memadati GOR Donokerto. Selain orangtua para pemain, para penonton ini sengaja datang untuk menyaksikan kemampuan potensi-potensi muda bulutangkis dari seluruh DIJ ini.

Kejuaraan Bulutangkis Djarum Multi Cabang (DMC) seri III-2018 akan digelar di hingga Sabtu (1/9) mendatang. Sebanyak 350 pebulutangkis dari 37 klub anggota PBSI se-DIJ akan berlaga untuk menjadi yang terbaik.
Sekretaria Umum (Sekum) PBSI DIJ Sukiman Hadiwidjojo menerangkan, pada kejuaraan kali ini ada 14 nomor yang dipertandingkan. Nomor tersebut dibagi menjadi tunggal dan ganda.

Nomor yang di pertandingkan yakni tunggal usia dini putra utama, tunggal usia dini putra madya, tunggal usia dini putri, tunggal anak putra utama, tunggal anak putra madya, tunggal pemula putra tunggal pemula putri, tunggal remaja putra, dan tunggal remaja putri. “Ada juga nomor tunggul dan ganda bagi taruna,” jelas Sukiman. (cr10/din/mg1)