SLEMAN – New Yogyakarta International Airport (NYIA) bakal diresmikan sebulan lebih cepat. Target awal, NYIA diresmikan April 2019. ‘’Peresmian NYIA akan dimajukan Maret 2019,’’ ujar Menteri Perhubungan Budi Karya, Rabu (29/8).

Peresmian yang dipercepat tersebut, kata Budi, agar Jogjakarta segera dapat menampung kedatangan wisatawan mancanegara (wisman). ‘’Sehingga target Indonesia dikunjungi 20 juta wisman tahun depan insyaallah bisa tercapai,’’ ujar Budi dalam Rapat Koordinasi antara Pemerintah Pusat, Pemerintah Daerah (Rakorpusda) dengan Bank Indonesia (BI) dan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) di Jogjakarta, Rabu (29/8).
Dikatakan Budi, saat ini pembangunan NYIA telah mencapai 15 persen. Percepatan pembangunan NYIA tersebut akan didukung dengan penyediaan jalur kereta api.

“Pertama (kereta api) dari sini (Jogja) ke Sentolo dulu. Terus, dalam dua hingga tiga tahun bikin connection langsung ke bandara,” kata Budi.

Sedangkan Menteri Pariwisata Arief Yahya mengatakan ada empat destinasi wisata berdasarkan prioritas yang ditetapkan presiden. Yakni Danau Toba, Borobudur (diakses dari Jogja), Mandalika dan Labuan Bajo.
“Jogja hanya satu persen kontribusianya pada (pendapatan) direct flight, masalah utamanya di aksesibilitas,” ujar Arief.

Dia membandingkan dengan Angkor Wat. Direct flight dan indirect flight ke Jogja hanya mendatangkan 250.000 wisman. Sedangkan Angkor Wat mampu mendatangkan 2,5 juta wisman.
“Yang indirect flight itu ke Bali atau Jakarta dulu, baru ke Jogja,” kata Arief.

NYIA ditargetkan mampu mendatangkan 400.000 wisman tahun depan. Diperkirakan akan menambah devisa DIJ dan Jawa Tengah sebesar USD 2 miliar.
Pariwisata menjadi penyumbang devisa terbesar ketiga setelah kelapa sawit dan batu bara. ‘’Potensi pariwisata mampu mengurangi neraca perdagangan jasa dan memperkuat ketahanan ekonomi,’’ kata Gubernur BI Perry Warjiyo.

Menko Maritim Luhut Binsar Panjaitan mengatakan pada 2019 Indonesia mampu mendatangkan 20 juta wisman. Termasuk mendapatkan devisa USD 17,6 miliar.
OJK akan mengeluarkan peraturan terkait dukungan sektor prioritas mengenai KUR pariwisata. Pembiayaannya disepakati dalam waktu dekat dan dikeluarkan Permenko mengenai KUR pariwisata.

Wakil Menteri Keuangan Mardiasmo mengatakan dukungan pemerintah melalui APBN disalurkan melalui dana desa. Melatih masyarakat lokal menjadi pengusaha bidang pariwisata. (tif/iwa/mg1)