PURWOREJO-Tiga orang ditetapkan sebagai terpidana atas kasus korupsi Revitaslisasi Pasar Krendetan di Kecamatan Bagelen. Kejaksaan Negeri (Kejari) Purworejo melakukan eksekusi terhadap ketiganya berdasarkan putusan Pengadilan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) Semarang.

Kepala Kejaksaan Negeri Purworejo Alex Rahman mengungkapkan, kasus itu telah diputus di Pengadilan Tipikor Semarang dengan Nomor 24/PID.SUS-TPK/2018/PN.SMG tertanggal 24 Juli 2018. Ketiga orang yang ditetapkan sebagai terpidana adalah Slamet Mujiyanto selaku Pejabat Pembuat Komitmen (PPK), Adjis Direktur PT Syarif Maju Karya selaku penyedia jasa konstruksi.‚ÄĚSerta Sumantri yang menjadi Direktur PT Wastu Anopama selaku konsultan pengawas pekerjaan,” kata Kajari saat menggelar jumpa pers di kantornya, Rabu (29/8).

Dikatakan Alex jika kasus ini memang telah diputus cukup lama. Hanya saja pihaknya baru menerima hasil putusan pada minggu lalu. “Kami sudah menunggu-nunggu dan kami sudah minta. Kemarin baru kami ambil ke Semarang dari hari ini baru bisa eksekusi,” jelas Rahman.

Dipaparkan jika kerugian keuangan negara mencapai Rp 253.418.082,02 sesuai hitungan BPKP dan putusan pengadilan tersebut terjadi karena adanya penyalahgunaan. Di antaranya adanya pekerjaan dalam revitalisasi Pasar Rakyat Krendetan yang harusnya dikerjakan tetapi tidak dikerjakan. “Proyek tidak selesai 100 persen. Tetapi saat penyerahan proyek pihak PPK menerima dan menganggap sudah selesai 100 persen,” imbuhnya.

Putusan dari Pengadilan Tipikor Semarang tersebut telah inkrah karena ketiga terpidana telah menerima dan tidak melakukan upaya hukum banding. Dalam pelaksanaan eksekusi, ketiga terpidana dikirimkan ke Lembaga Pemasyarakatan Kelas II Purworejo dan uang pengganti kerugian negara disetor ke kas negara.

Lebih jauh disampaikan jika perkara itu sudah selesai tidak ada permasalahan karena sudah punya kekuatan hukum tetap. “Terpidana menerima, tidak melakukan upaya hukum atas putusan Pengadilan Tipikor Semarang, sehingga bisa kami lakukan eksekusi,” kata Alex. (udi/din/mg1)