SLEMAN – Pasar Kolombo di Jalan Kaliurang km 7,3 Condongcatur, Depok, Sleman akhirnya diresmikan Rabu (29/8). Acara yang diselenggarakan di halaman pasar Kolombo tersebut diresmikan oleh Bupati Sleman Sri Purnomo.
Turut hadir pada kesempatan tersebut Camat Depok Abu Bakar dan juga Kepala Desa Condongcatur Reno Candra Sangaji.

Bupati Sleman Sri Purnomo dalam sambutannya menilai Pasar Kolombo memiliki keunikan tersendiri. Sri Purnomo berharap Pasar Kolombo bisa menjadi tanggung jawab masyarakat Condongcatur. “Letaknya yang strategis, berada di tengah kota seharusnya mampu memikat masyarakat,” ujarnya.
Sri Purnomo juga menekankan betapa pentingnya menjaga kebersihan pasar demi kenyamanan pembeli. Selain kebersihan, Sri juga ingin agar pengurus pasar serta paguyuban pedagang selalu akur.“Kita harus bisa mengambil sebagian ilmu dari manajemen pasar modern,” katanya.

Sementara itu Kepala Desa Condongcatur Reno Candra Sangaji saat ditemui mengatakan, hasil revitalisasi ada 400 los dan kios yang siap digunakan. Tapi diakuinya masih banyak hal yang perlu dibenahi. “Masih banyak kekurangan di sana-sini. Mulai dari perbaikan fasilitas pasar hingga kebersihan lingkungan,” ujarnya.

Reno menambahkan, untuk revitalisasi Pasar Kolombo dimulai sejak 2012 dan sudah selesai pada 2014. Tapi baru empat tahun berselang, pada 2018 inilah Pasar Kolombo diresmikan. Dengan perbaikan tersebut diharapkan mampu meningkatkan pendapatan Desa Condongcatur sebesar Rp 100 juta pada 2019.
Persoalan lain di Pasar Kolombo terkait pedagang ilegal. Untuk itu Reno berusaha untuk melakukan pendekatan secara humanis. Dia akan berusaha mengajak para pedagang liar di luar untuk bisa masuk ke dalam pasar. Reno mengaku dari 400 kios yang dibuka, sebagian telah ditempati. “Yang kosong itu juga sudah ada yang menempati tapi belum mulai berjualan,” ucap Reno. (cr9/pra/mg1)