MAGELANG – Kelompok mahasiswa KKN 065 Universitas Muhammadiyah Yogyakarta (UMY) ikut membantu memasarkan produk UMKM masyarakat Padukuhan Salamsari, Srumbung, Kabupaten Magelang. Langkah tersebut menjadi program unggulan mereka yang sedang pengabdian di lereng Merapi itu.
“Kreativitas ibu-ibu di sana sangat luar biasa,” kata Nanang Yuliana, anggota kelompok KKN 065 saat ditemui di UMY, Senin (20/8). Ia beserta sembilan temannya melihat adanya potensi ekonomi yang bagus di Salamsari.

Dikatakan, warga Salamsari mampu mengolah buah salak menjadi beragam jenis makanan. “Dari buah salak itu warga bisa membuat nuget salak, bolu slice salak, bakwan salak, brownies salak, cokelat salak, kurma salak, hingga jenang salak,” paparnya.

Kendati demikian, ia merasa prihatin karena kreativitas itu tidak diiringi oleh luasnya pemasaran. “Mereka bisa menghasilkan beragam produk dari buah salak. Sayangnya, pemasaran masih kurang,” ujar mahasiswa Program Studi Ilmu Pemerintahan ini.

Nanang dan teman-temannya ingin beragam produk dari salak bisa dikenal oleh masyarakat luas, khususnya Magelang dan sekitarnya. Mereka lantas membuat bazar rakyat Salamsari. Bazar digelar lima hari, Minggu (26/8) hingga Kamis (30/8). Acara dibarengi dengan pentas seni dari warga.

Kelompok KKN 065 sengaja membuat bazar bertepatan dengan pentas seni agar ramai pengunjung. Pentas seni yang diadakan selama tujuh hari berturut-turut itu merupakan rangkaian acara kirab dari Kelurahan Mranggen. “Itu semua dalam rangka tujuh belasan. Sedangkan pentas seninya baru pertama kali ini diadakan,” ujarnya.

Bazar UMKM ini disambut positif warga Padukuhan Salamsari. Hal itu diakui Dosen Pembimbing Lapangan (DPL) Kelompok 065 Muhammad Eko Atmojo. “Antusias warga sangat bagus, karena banyak yang mendukung acara tersebut,” ujar Eko.

Sekretaris Prodi Ilmu Pemerintahan ini berharap bazar itu mampu membangkitkan semangat warga Desa Mranggen dalam berkarya. “Paling tidak karya-karya mereka bisa lebih dikenal,” tambahnya.

Ia juga mengatakan mahasiswa bisa memperoleh banyak manfaat melalui kegiatan ini. Khususnya sebagai ajang pembelajaran dalam bermasyarakat. Melalui bazar ini Eko ingin agar warga bisa lebih mandiri dan berani menonjolkan kreativitas dusun maupun desa.

Warga Salamsari pun mengaku senang dengan kegiatan bazar itu. Maryanto, 40, mengungkapkan warga menjadi semakin rukun. “Senang karena warga RT 1 sampai 10 bisa berkumpul dalam acara bazar,” ujarnya.

Tak hanya itu, Maryanto mengaku memperoleh pendapatan dan ilmu bermanfaat. “Salak yang aslinya Rp 3000, kalau dibuat makanan harganya bisa melonjak,” katanya. Ia juga berharap acara itu bisa berlanjut tahun depan. (**/cr9/laz/mg1)