Program Studi (Prodi) Fisika, Universitas Kristen Immanuel (Ukrim) Jogjakarta, mengembangkan kurikulum baru untuk mahasiswanya, yaitu minat bidang studi Energi Terbarukan.

Kepala Pusat Studi Energi Terbarukan Ukrim Daniel Pianka dari Christian Services International (CSI) Stuttgart Germany mengatakan, energi terbarukan yang dimaksud adalah energi alternatif yang tidak akan habis dan bisa diperbarui seperti seperti biomasa, panas bumi, energi surya, energi air, dan energi angin.
“Indonesia saat ini masih bergantung pada energi fosil. Padahal potensi energi terbarukan ini cukup besar dan bisa dimanfaatkan di pelosok-pelosok daerah yang tidak bisa mengakses listrik,” ujar Daniel kepada Radar Kampus.

Sejak 2015 lalu minat bidang studi ini dibuka, Daniel dan mahasiswa mulai mengembangkan alat dengan sumber energi terbarukan seperti solar panel, biogas, stasiun cuaca, dan lain-lain. Solar panel dalam set set kecil yang mereka ciptakan bisa digunakan untuk sumber listrik yang memanfaatkan tenaga surya (matahari).
“Untuk set kecil ini bisa untuk mengisi ulang baterai telepon genggam, lampu bohlam, dan lain-lain. Sedangkan untuk set besar memang harus menggunakan solar panel dengan daya yang lebih besar,” jelasnya.

Solar panel ini bisa dimanfaatkan di daerah 3T (tertinggal, terdepan, terluar), meskipun harganya cukup mahal dengan daya tinggi namun bisa digunakan hingga 30 tahun.

Di Ukrim sendiri banyak mahasiswa yang berasal dari pelosok daerah di Indonesia. Diharapkan dengan belajar energi terbarukan ini mereka bisa mengembangkan di daerah asal mereka yang belum banyak dialiri listrik.
Selain solar panel set kecil, minat studi ini juga membuat biogas dari kotoran sapi yang bisa dimanfaaatkan untuk kompor gas.

Ketua Prodi Fisika CMG Leditto menambahkan, minat bidang studi energi terbarukan Ukrim ini bisa dikatakan menjadi yang pertama di Jogjakarta. “Kami juga baru saja mendapatkan bantuan solar panel dengan daya 10 KW dari Jerman yang akan kami gunakan untuk pengembangan penelitian energi terbarukan,” ungkap Ditto.

Selain minat studi Energi Terbarukan, juga ada tiga peminatan lain seperti Fisika Lingkungan, Fisika Teori dan Komputasi, serta Fisika Elektronika dan Instrumentasi. Salah seorang mahasiswa magang dari German Gerson Kerner mengaku tertarik dengan teknologi dan pengetahuan tentang energi terbarukan itu.

“Menyenangkan sekali belajar soal energi terbarukan. Saya juga bisa membantu masyarakat di daerah terpencil di kemudian hari nanti dalam pengembangan alat-alatnya,” tuturnya. (ita/laz/mg1)