SLEMAN – Ada pesan khusus yang disampaikan Presiden Joko Widodo (Jokowi) saat membuka Mahasabha XI Kesatuan Mahasiswa Hindu Dharma Indonesia (KMHDI) di The Rich Hotel, Rabu (29/8). Jokowi mengingatkan perkembangan teknologi adalah tantangan terbesar yang harus dihadapi.

Sebab, cepatnya laju perkembangan teknologi berdampak pada seluruh sektor. Sebagai contoh saat event sekelas Asian Games 2018. Saat pembukaan ajang olahraga empat tahunan itu, teknologi dimanfaatkan untuk menampilkan beragam kekayaan Indonesia. Juga warna-warni budaya Indonesia.
”Jangan yang dibahas malah stuntman. Presiden kalau suruh akrobatik kayak gitu, ya, gila, bro,” kelakar Jokowi disambut gelak tawa seisi ruangan. Itu menyindir bergam reaksi netizen terhadap video “tipuan” saat pembukaan Asian Games 2018.

Masih soal Asian Games 2018, Jokowi mengklaim Indonesia, tidak kalah dengan negara lain. Sebagai tuan rumah, Indonesia terbukti sukses menyelenggarakan ajang olahraga terbesar di Asia. Kesuksesan ini tak lepas dari peran anak muda. Nyaris 99 persen dari 15 ribu partisipan pendukung Asian Games 2018 adalah anak muda.

TAK ADA JARAK: Pimpinan pusat KMHDI Putu Wiratnaya (empat kiri) mengajak Presiden Joko Widodo berfoto bersama sejumlah mahasiswa dalam pembukaan Kongres Mahasabha XI KMHDL.
(GUNTUR AGA TIRTANA/RADAR JOGJA)

Potensi anak muda inilah yang ingin digali lebih dalam Jokowi. Agar Indonesia mampu bersaing dengan negara lain. Apalagi, arah industri mulai menuju revolusi industri 4.0.
”3000 kali lebih cepat dari revolusi industri yang pertama,” ingatnya.

Sayangnya, lanjut Jokowi, kemampuan Indonesia untuk bersaing masih terkendala infrastruktur yang belum merata. Akses jalan, misalnya, banyak yang masih rusak. Dampaknya, rantai distribusi menjadi tersendat lantaran perjalanan memakan waktu lama. Ujungnya, terjadi pembengkakan biaya logistik sehingga berpengaruh pada harga komoditi.

”Tahapan pertama yang fundamental adalah infrastruktur untuk bisa bersaing. Tahapan kedua adalah sumber daya manusia (SDM),” bebernya.
Jokowi menyebut ada beberapa syarat Indonesia Emas 2045 bisa tercapai. Yakni, anak mudanya produktif, kerja keras, dan punya disiplin tinggi. Berdasar hitung-hitungan Bank Dunia, IMF (International Monetary Fund), dan Badan Perencanaan Pembangunan Nasional, Indonesia pada 2045 bisa menjadi negara dengan ekonomi terkuat keempat di dunia. Dengan syarat laju perekonomian seperti beberapa tahun terakhir.

Karena itu, Jokowi mengingatkan, fitnah, hoaks, mencemooh, dan saling mencela harus segera diakhiri. Energi untuk membangun Indonesia bakal terkuras.
”Kita harus membangun pola pikir optimis dan positif thinking,” ajaknya.

Presidium Pimpinan Pusat KMHDI Putu Wiratnaya mengatakan, pembangunan daerah 3T (tertinggal, terdepan, terluar), infrastruktur, hingga pengelolaan dana desa memiliki target yang semakin tinggi setiap tahun.
“Hal ini tentu akan berdampak langsung terhadap kondisi masyarakat Indonesia. Salah satunya adalah berkurangnya jumlah kemiskinan di Indonesia,” katanya.

Namum, Putu melihat, pembangunan SDM masih belum maksimal. Termasuk salah satunya yang terjadi pada umat Hindu. Hingga sekarang masih kekurangan tenaga pendidik. Itu disebabkan keterbatasan anggaran yang dialokasikan pemerintah untuk umat Hindu.
“Hal ini kami temukan di hampir setiap basis-basis umat Hindu. Seperti Hindu di Toraja, Hindu Kaharingan, bahkan pada penduduk Hindu Jawa pun demikian,” bebernya.

Ikut hadir dalam acara ini, Panglima TNI Marsekal Hadi Tjahjanto, Gubernur DIJ Sultan Hamengku Buwono X dan pejabat lainnya. (har/zam/mg1)