JOGJA – Setelah sempat vakum selama dua tahun, kompetisi bagi klub yang ada di Kota Jogja akhirnya bergulir kembali. Dijadwalkan, kompetisi digelar oleh Asosiasi PSSI Kota Jogja (Askot) Jogja ini akan dibuka di Stadion Kridasono Minggu (2/9). Sebanyak 10 tim akan bersaing untuk menjadi yang terbaik.Miliran FC melawan UNY akan menjadi partai pembuka di laga tersebut.
Ketua Umum Askot PSSI Jogja HM Irham menjelaskan, keberadaan kompetisi ini diharapkan bisa membangkitkan kembali gairah sepak bola di Kota Jogja. Sebab sebelumnya, kompetisi Askot PSS Jogja cukup lama vakum, yakni sekitar hampir dua tahun. ”Kami hidupkan lagi sepak bola Kota Jogja. Semoga bergairah kembali,’’ jelas Irham, Rabu (29/8).

Dalam jangka panjang, kompetisi ini bisa menjadi persiapan tim sepak bola Kota Jogja di ajang Pekan Olahraga DIJ (Porda) 2019. Apalagi, Kota Jogja dipercaya menjadi tuan rumah. Harapannya, kompetisi tersebut bisa menjadi ajang seleksi yang akan diturunkan dalam Porda. Sebagai tuan rumah Porda di 2019 mendatang, tentunya sangat memalukan jika emas dari cabang sepak bola terlepas dari genggaman.

Berdasarkan pertemuan manajer dengan perwakilan tim peserta pada Selasa (28/8), diputuskan untuk kompetisi dimulai pada Minggu. Selain UNY dan Miliran FC, tim-tim peserta kompetisi kasta tertinggi di PSSI Jogja juga meliputi Gama, HW UMY, Orion UAD, IM Naturindo, Bharata Mupat, MAS, TNH, dan SO Takrib. Sistem kompetisi yang akan digunakan nantinya setengah kompetisi.”Jadi masing-masing tim akan bermain sembilan kali,” terangnya.

Dijelaskan, aturan dalam kompetisi kali in, pemain yang diturunkan
merupakan pemain berusia 23 tahun. Untuk pemain senior di atas usia 23 yang boleh diturunkan hanya tiga pemain. Sedangkan untuk pemain senior maksimal yang boleh didaftarkan 10 pemain dari total tiga puluh pemain tim yang didaftarkan.

Seperti diketahui, beberapa pemain yang kini memperkuat klub profesional banyak lahir dari kompetisi yang digelar oleh PSSI yang ada di daerah.
Setelah menggelar Liga 1, masih akan dilangsungkan Liga 2 dan Liga 3.
Pada liga tersebut, sistem pertandingan yang digelar hampir sama yakni setengah kompetisi. Hanya, dalam aturannya pada liga 2 diperkenankan memainkan empat pemain senior. ”Liga 3 diperkenankan memainkan enam pemain senior,” jelasnya. (bhn/din/mg1)