BANTUL – Bantul memiliki komiditi bawang merah unggulan baru. Ditanam di lahan pasir bawang merah bibit biji lebih unggul dari pada bibit umbi. Untuk pembentukan bibit juga lebih cepat.

”Bibit biji lebih simpel. Tinggal beli biji kantongan langsung bisa disemai bisa di pollybag atau di meja semai,” ujar Ketua Kelompok Tani Manunggal Ngepet Srigading Sanden Subandi di sela panen bawang merah, Rabu (29/8). Bawang merah tersebut merupakan hasil uji coba pertama dari penanaman dengan menggunakan bibit berupa biji di lahan pasir.

Subandi mengatakan bibit biji penanaman dan perkembangannya lebih cepat. Lama pembibitan satu bulan. Sedang jika menggunakan bibit umbi proses pembibitan memakan waktu hingga setengah tahun.

“Jika melalui umbi, harus mengeringkan bawang merah dulu, bisa makan waktu hingga enam bulan,” ungkapnya.
”Mengenai hasilnya, bawang merah lebih besar dan daun lebih segar,” tambah dia.

Melihat potensi bibit unggul valitas lokananta dengan hasil yang jauh menguntungkan. Para petani lahan pasir kedepan berupaya untuk membudidayakan. ”Jika bibit umbi modalnya Rp 60 juta kalau bibit biji Rp. 40 juta. Sedangkan hasil pembibitan lebih tahan hama,” ungkapnya.

Bupati Kabupaten Bantul Suharsono mengapresiasi usaha yang dilakukan petaninya. Bahkan Suharsono berani mengklaim hasil bawang merah Bantul tidak kalah dari bawang merah Brebes. ”Jika kualitas bibit biji berpotensi unggul. Maka tak menutup kemungkinan bawang merah Bantul mampu bersaing dengan bawang merah Brebes,” tegasnya.

Suharsono juga meminta potensi Bantul lainnya bisa dikembangkan. Apalagi jalur jalan lingkar selatan (JJLS) yang melewati Bantul, nantinya menjadi kawasan perindustrian. Baik perhotelan atau mall. ”Ayo bareng-bareng dibenahi tanah lahan kita. Kalo disini potensi pertaniannya bagus, maka harus dipertahankan dan dikembangkan,” pintanya. (cr6/pra/mg1)