Pucungroto Siapkan Track
Trail dan Wisata Hutan Pinus

PURWOREJO – Berdekatan dengan akses jalan utama New Yogyakarta International Airport (NYIA)-Candi Borobudur yang dalam rencana pembangunan, destinasi wisata alam disiapkan warga Desa Pucungroto, Kecamatan Kaligesing, Purworejo. Baru dua hektare dari sekitar 15 hektare lahan milik Perhutani yang digarap.

Kepala Desa Pucungroto Sukadar mengatakan, pengelolaan lahan itu merupakan hasil kesepakatan bersama pihaknya dengan Perhutani. Karena keterbatasan anggaran, pihaknya mengaku belum optimal dalam melakukan persiapan.

“Kami menyiapkan Bukit Cangkring sebagai objek wisata. Berada di bawah tegakan pohon pinus, kawasan itu sebenarnya sudah siap dikunjungi,” kata Sukadar, Selasa (28/8).

Dikatakan, wilayahnya memang tidak terdampak langsung dari proyek besar Bedah Menoreh karena hanya berada di perbatasan. Namun lokasinya sangat dekat dan melihat ada potensi wisata yang bisa
diandalkan. “Siap tidak siap, Bedah Menoreh itu pasti berjalan. Makanya setahap demi setahap kita juga harus bersiap,” tambahnya.

Objek wisata yang dikelola kelompok sadar wisata Harapan itu menyatu dengan areal motor trail. Praktis ada dua keuntungan bagi wisatawan yang akan memanfaatkan lokasi itu. “Di satu sisi kita bisa melihat keindahan alam, di sisi lain juga bisa melihat kendaraan yang memanfaatkan tempat itu,” jelasnya.
Penggarapan lahan itu selama ini masih dilakukan swadaya oleh masyarakat. Meski demikian dana desa siap dikucurkan ke tempat itu. “Kami tetap akan menganggarkan agar lokasi wisata ini benar-benar layak dikunjungi,” ungkapnya.

Terpisah, Camat Kaligesing Bagas Adi Karyanto mengatakan, beberapa desa di Kaligesing memang terdampak Bedah Menoreh. Pihaknya telah meminta desa-desa itu bisa membaca peluang ke depannnya .

“Ini adalah peluang dan tantangan bagi Kaligesing. Saya terus
mendorong dan mensuport desa agar bisa menggali potensinya, mungkin
tidak hanya wisata, tapi potensi lain juga tergarap,” kata Bagas. (udi/laz/mg1)