Pelanggaran Langsung Minta Rp 3.000

JOGJA – Tarif parkir di Kota Jogja yang diatur dalam Perda nomor 4 tahun 2012 tentang Retribusi Jasa Umum dinilai para juru parkir (jukir) sudah ketinggalan zaman. Salah satunya penerapan tarif parkir motor Rp1.000.
“Pajaknya naik terus. Kalau Rp1.000 ya terlalu kecil makanya kami ambil jalan tengahnya 2000 rupiah dan tidak progresif,” ujar seorang jukir di Jalan Sriwedani Riyanto, Selasa (28/8).

Riyanto menjadi salah satu jukir di sana yang kena razia petugas Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Jogja karena langsung menarik Rp3.000 pada motor dan ditarik didepan. Sesuai aturan di Jalan Sriwedani diterapkan tarif progresif. Dalam Perda nomor 4 tahun 2012 ditetapkan tarif dasar dua jam pertama Rp1.000 dan untuk jam ketiga dan seterusnya dikenakan 50 persen dari tarif dasar.

Tapi Riyanto menilai penerapan tarif progresif ini dinilai tidak efektif dan malah memberatkan pengguna jasa parkir di lokasi tersebut. Apalagi ada penjaga toko di Shopping Center yang parkir dari pagi hingga malam. “Penjaga toko buku kan titip motornya dari pagi sampai malam, kan kita tidak enak kalau kami tarik langsung besar,” ujarnya.

Terkait keluhan jukir, Koordinator Forpi Kota Jogja FX.Harry Cahya menilai alasan itu sangat subyektif. “Misalnya hanya seribu rupiah padahal pemilik kendaraan memarkir kendaraan sangat lama. Contoh sampai 4-5 jam. Ini menjadi dilema dari sisi pendapatan jukir,” ujarnya.

Sementara itu Kepala Bidang Parkir Dishub Kota Jogja Immanudin Aziz mengatakan bahwa ada laporan tentang pelanggaran parkir. Ada yang mengenakan tarif parkir sebesar Rp 3000 pada motor yang ditarik didepan. Juga ada dua titik lain yang di razia, yang pertama menerapkan sesuai aturan yaitu dengan menggunakan karcis resmi yang ada cap Pemkot Jogja. “Tapi titik satunya langsung meminta dua ribu,” ujarnya. (cr5/pra/mg1)