Personel Polisi Berangkat Kerja Bersepeda

JOGJA – Sepeda kanggo sekolah lan nyambut gawe (Sego Segawe) yang pernah dicetuskan Wali Kota Jogja periode 2001-2011 Herry Zudianto direplikasi Direktorat Lalu Lintas (Ditlantas) Polda DIJ. Mereka sedang mengampanyekan program Transportasi Sehat Merakyat (TSM).

Tapi sama dengan Sego Segawe yang gaungnya memudar, pelaksanaan TSM dengan bersepeda di DIJ tidak semulus harapan. Terutama di kawasan perkotaan, karena minimnya jalur bagi pengendara sepeda.
“Faktanya seperti itu, beberapa ruas jalan dikuasai kendaraan bermotor. Khususnya di wilayah perkotaan, kalau kabupaten masih ideal untuk bersepeda,” jelas Wakil Direktur Ditlantas Polda DIJ AKBP Yugonarko usai kampanye TSM di Tugu Pal Putih Selasa pagi (28/8).

Perwira menengah dua melati ini berjanji akan mencari solusi dengan terus berkoordinasi dengan lintas instansi. Terutama Dinas Perhubungan yang memiliki kewenangan marka dan rekayasa lalu lintas.
“Di Jogjakarta ada lima pilar yang akan membahas pelaksanaan program ini. Salah satu pembahasannya juga fasilitas penunjang bagi pesepeda,” katanya.

Konsep TSM mengajak seluruh personel kepolisian untuk bersepeda. Diawali sejak berangkat dari rumah menuju pos maupun kantor. Yugonarko menambahkan TSM tidak hanya terwujud dalam sepeda kayuh. Bisa juga dengan sepatu roda.Tapi di Jogja sepeda dianggap lebih pas diterapkan. Apalagi budaya bersepeda di Jogjakarta sudah kuat, bahkan peminat dari generasi muda masih ada.
“Harapannya kalau dibangkitkan kembali bisa mengurangi kemacetan sekaligus emisi gas buang kendaraan,” katanya.

Ditlantas Polda DIJ juga melakukan sosialiasi ke sejumlah sekolah. Terlebih masih ada pelajar usia bawah umur membawa kendaraan. Padahal belum mengantongi surat ijin mengemudi (SIM).
“Edukasi aturan dan tertib berlalulintas kepada anak usia sekolah. Mengajak untuk aktif terlibat dengan bersepeda ke sekolah,” ujarnya. (dwi/pra/mg1)