SLEMAN-Kedatangan Timnas Panjat Tebing Indonesia, usai menuai sukses di Asian Games disambut bak pahlawan, Selasa (28/8). Tidak hanya tim penyambut, penumpang yang memadati Terminal A Bandara Adisutjipto turut merasakan kegembiraaan menyambut mereka. Bahkan tidak sedikit diantara mereka yang memanfaatkan waktu untuk foto bersama.

Pelatih Speed Timnas Panjat Tebing Indonesia Hendra Basir tidak menyangka sambutan masyarakata begitu semarak. Bahkan dia merasa kagum saat sejumlah penumpang pesawat turut memberikan selamat.”Ini sebuah penghargaan berharga bagi para atlet,’’ jelasnya.

Kedatangan tim terbagi dalam dua kloter. Rombongan pertama, selain Hendra juga 10 atlet putra, dan 10 atlet putrid. Sementara rombongan kedua adalah official dan juga pelatih di sore harinya. “Capaian tim tiga emas, dua perak, dan satu perunggu memang membanggakan. Untuk saat ini tim akan melakukan recovery pemulihan stamina,” ujarnya.

Recovery dilakukan oleh beberapa atlet. Sebab, 6 September mendatang mereka akan berlaga di ajang World Championship, Austria. Rentang waktu seminggu tentunya tidak optimal. Hanya saja timnya telah menyiapkan atlet yang akan berlaga. “Fokus mengembalikan stamina karena jarak pertandingan sangat dekat. Sudah, sudah disiapkan siapa saja yang berangkat,” katanya.

Untuk jangka panjang tim panjang tebing Indonesia juga akan mengikuti kualifikasi Olimpiade 2019. Target utama tentunya meloloskan sebanyak mungkin atletnya. Tim untuk kualifikasi Olimpiade tengah disiapkan. Dan dipastikan ada evaluasi dari penyelenggaran Asian Games. “Apakah tim baru atau tetap dipertahankan, kami belum tahu,” ujarnya.

Salah satu peraih medali emas beregu Muhammad Hinayah terlihat bersemangat. Dia tidak menyangka sambutan akan berlangsung heboh. Terlihat dia menjadi sasaran swafoto para pengunjung hingga pegawai PT Angkasa Pura I. “Senang sekali mendapat apresiasi dari teman-teman dan lainnya. Untuk medali emas ini prestasi pertama saya dan menjadi penyemangat untuk terus berjuang,” katanya. (dwi/din/mg1)