SLEMAN – Tim DERU UGM dan relawan UGM dari berbagai unsur seperti dosen, staf, dan mahasiswa akan membangun 50 hunian sementara (huntara) di Desa Gumantar, Kecamatan Kayangan, Kabupaten Lombok Timur.

Tim UGM tersebut diberi kepercayaan oleh Kementerian PUPR dalam proses pembangunannya. Dosen Pembimbing Lapangan KKN Peduli Bencana Lombok, Ahmad Agus Setiawan mengatakan, pihaknya sudah mengirim tim assessment dari Fakultas Teknik untuk meneliti kontur tanah dan rancangan bangunan tahan gempa.

“Kemudian didukung oleh pak Menteri PUPR untuk melanjutkan. Dua minggu ke depan kami harus selesaikan 50 huntara,” ujarnya saat ditemui usai kegiatan pelepasan tim DERU dan KKN Peduli Bencana di UC UGM, Senin (27/8).

Ahmad menjelaskan, huntara yang dibangun menggunakan bahan baja ringan dengan luas bangunan 3×6 meter persegi. Total biaya satu hunian sekitar Rp 10 juta hingga Rp 15 juta.

“Huntara ini nanti akan dikembangkan menjadi hunian tetap ke depannya, sementara kami bangun di empat titik di Kabupaten Lombok Timur dulu yang difokuskan. Di Lombok Utara masih dilakukan pencarian lokasi yang strategis untuk dibangun,” ungkap Ahmad.

Dalam proses pembangunan tersebut, tim UGM dari Fakultas Teknik sudah mengirimkan 60 orang di lokasi. Pembangunan huntara tahan gempa ini hanya membutuhkan waktu satu hari saja untuk satu bangunan.

Kepala Sub Direktorat Pelayanan Masyarakat yang membawahi DERU UGM Nanung Agus Fitriyanto mengatakan, huntara ini harus segera dibangun agar bisa ditempati para korban bencana.

“Bangunan ini bermanfaat sekali untuk mereka yang masih trauma dengan gempa, kami utamakan untuk keluarga kurang mampu dan sudah lanjut usia. Ke depan bersama PUPR akan dilanjutkan pembangunan dalam jumlah banyak,” ujarnya.

Dalam kesempatan tersebut Tim DERU yang diberangkatkan ke Lombok sejumlah 19 orang dan mahasiswa KKN Peduli Bencana sebanyak 19 orang. (ita/ila)