JOGJA – Ditlantas Polda DIJ tengah giat menjalankan program Transportasi Sehat Merakyat (TSM) besutan Korlantas Polri. Sayangnya, penerapan di Jogjakarta tidak semulus harapan. Terutama kawasan perkotaan, dengan minimnya porsi bagi pengendara sepeda.

Menyosialisasikan TSM, Ditlantas Polda DIJ mengadakan kampanye TSM di Tugu Pal Putih, Selasa pagi (28/8).

Konsep dari TSM mengajak seluruh penggawa kepolisian untuk bersepeda. Kegiatan diawali sejak berangkat dari rumah menuju pos maupun kantor.

Terlihat dalam aksi perdana, sebanyak 145 personel polisi bersepeda tengah mengatur lalu lintas. Seluruhnya tersebar di seluruh wilayah Polda DIJ.

Wadirlantas Polda DIJ AKBP Yugonarko mengatakan, TSM tidak hanya sepeda kayuh. Berbagai pilihan lainnya sepertu sepatu roda juga menjadi alternatif.

“Budaya bersepeda di Jogjakarta sudah kuat, bahkan peminat dari generasi muda masih ada. Harapannya kalau dibangkitkan kembali bisa mengurangi kemacetan sekaligus emisi gas buang kendaraan,” katanya.

Yugonarko mengakui ada kendala yang dihadapi di wilayah perkotaan untuk bersepeda. Solusi yang diambil, jajarannya terus berkoordinasi lintas instansi. Terutama dengan Dinas Perhubungan yang memiliki kewenangan marka dan rekayasa lalu lintas.

“Faktanya memang seperti itu, beberapa ruas jalan dikuasai kendaraan bermotor. Khususnya di wilayah perkotaan, kalau kabupaten masih ideal untuk bersepeda,” jelasnya usai kampanye TSM di Tugu Pal Putih, Selasa pagi (28/8).

Perwira menengah dua melati ini berjanji akan mencari sebuah solusi. Terlebih program ini memang bertujuan mengajak masyarakat secara luas. Imbas dari kepadatan jalan raya adalah minimnya ruang bagi pengendara sepeda.

Ditlantas Polda DIJ juga melakukan sosialiasi ke sejumlah sekolah. Tujuannya meningkatkan kesadaran berkendara secara aman dan nyaman. Terlebih masih ada pelajar usia bawah umur membawa kendaraan. Padahal belum mengantongi surat izin mengemudi (SIM). (dwi/ila)