Bukan perkara mudah mengajari Anak Berkebutuhan Khusus (ABK) bermain drum.Tapi Silvie Maharani punya trik khusus supaya siswanya yang ABK bisa mudah paham. Seperti apa caranya?

MEITIKA CANDRA LANTIVA, Jogja

“Tu, wa, ga, pat, ma… tu, wa, ga, pat, ma,” ujar Silvie pada anak didiknya. Hitungan tersebut digunakan perempuan yang akrab disapa Cipi itu saat memberikan pemahaman memulai sebuah ketukan drum dengan irama yang tepat. Yang diajarinya termasuk ABK.

Teknik memukul drum yang pada umumnya mempunyai hitungan, tu, wa, ga, pat, tu dan mulai pukul satu item, diubahnya menjadi tu, wa, ga, pat, ma dengan hanya memukul satu item drum. Jika seharusnya setelah hitungan keempat (pat) kembali ke tu (satu), tapi untuk beberapa ABK down symdrome hitungan setelah empat (pat) dilanjutkan ke lima (ma).

“Gak nyangka, hanya hitungan minggu anak tersebut sudah mampu memainkan beberapa item,” ungkap Cipi pada Radar Jogja ketika ditemui di rumahnya di Nitiprayan kemarin (26/8).

Cipi memberikan latihan drum berdasarkan item. Satu per satu item drum dikenalkan pada muridnya. Bahkan untuk lebih bersemangat lagi Cipi memberikan latihan jauh lebih aktif dan bebas. Supaya ABK bersemangat juga dimainkan lagu kesukaannya.
“Kalau lagi latihan, aku juga harus ikut nyanyi, dia yang nge-drum. Layaknya sedang berada di panggung,” tutur perempuan 36 tahun itu.

Menurut dia teknik itu didapatnya setelah dipercaya orang tua ABK untuk mengajari anaknya drum. Awalnya dalam dua bulan awal sempat hendak menyerah. Itu karena belum ada metode yang tepat untuk mengajari ABK. “Benar-benar dipelajari karakter anaknya,” jelasnya.

Melalui metodenya itu Cipi percaya jika tak ada sesuatu yang tak bisa dilakukan. Berkat tekniknya itu Cipi kini juga dipercaya menajdi guru musik di Sekolah Sanggar Alam (Salam) di Nitiprayan, Kasihan. Tak sedikit ABK yang juga belajar privat musik padanya.
“Tidak mudah mengajar ABK, butuh waktu dan proses yang panjang. Tapi selama ini justru saya banyak belajar dari mereka,” kata perempuan kelahiran Maret 1982 itu

Keberhasilan itu menjadi kebahagian tersendiri. Salah satunya saat salah satu murid ABK bernama Tanah Liat,20, kini bergabung di dalam grub band miliknya yang diberi nama Eman-Eman Band. Tanah Liat sebagai drumer dan Cipi sebagai vokalisnya. Band tersebut sering di undang untuk tampil dalam pembukaan pameran di berbagai tempat pameran di Jogja. “Saat Tanah Liat bermain tidak ada yang tahu kalau dia ABK,” katanya bangga. (pra/mg1)